Dompet dan Uang Digital Jadi Produk Startup Fintech Paling Dominan di 2021

Senin, 03 Januari 2022 09:18
Dompet dan Uang Digital Jadi Produk Startup Fintech Paling Dominan di 2021
Dompet dan uang digital

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Dompet dan uang digital menjadi produk startup fintech paling dominan digunakan sepanjang tahun 2021. Perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor utama hal itu terjadi.

Koordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dianta Sebayang mengatakan, dompet dan uang digital dapat tumbuh pesat di 2021, karena berhasil menjadikan produknya sebagai bagian dari kebiasaan atau keseharian masyarakat. 

“Dompet dan uang digital mendominasi startup sektor fintech,” katanya, Senin, 3 Januari 2022.

Berdasarkan riset yang dilakukan DS Innovate ada lima kategori fintech yang sering digunakan oleh konsumen pada 2021. Lima entitas tersebut adalah uang digital sebanyak 53,7%, pay later 33,9%, P2P lending personal 2%, investasi 21,9%, dan P2P business lending 19,1%. 

Baca: Mahfud MD Sebut Rencana Revisi UU ITE Akan Dibahas Pakar Hingga LSM

Riset DS Innovate Fintech Report 2021 tersebut menjelaskan, penggunaan pinjaman dan investasi daring meningkat pesat, terutama di masa pandemi Covid-19. Konsumen cenderung menahan anggaran dan mencari opsi untuk mendapatkan modal atau uang. 

Dari segi persepsi, survei itu mencatat sebagian besar responden mengakui fintech sebagai layanan pinjaman daring (15,1%), kemudahan bertransaksi (13,3%), dan keuangan digital (12,9%). Selain itu ada juga 7,3% responden yang disurvei melihat produk fintech sebagai layanan keuangan daring. 

Rata-rata masyarakat menggunakan uang dan dompet digital sekitar dua hingga enam kali per bulan untuk berbagai jenis transaksi, seperti transfer uang, top-up, e-commerce, dan investasi. 

Riset tersebut juga menyebut, uang digital menempati urutan pertama sebagai produk fintech yang paling banyak digunakan dalam satu tahun terakhir dengan porsi hamper 40%. Selain itu, produk fintech yang diharapkan mampu mendominasi pada tahun ini adalah investasi (26%), uang digital (20,7%%), dan pinjaman produktif P2P (12,1%). (bpc2)

Berita Terkini

Rabu, 19 Januari 2022 20:39

Teller Bank BRI Leluasa Bobol Rekening Nasabah, Pekan Depan Diadili

Teller Bank BRI ini sebelumnya leluasa membobol rekening 8 nasabah dengan nilai Rp1,2 miliar.

Rabu, 19 Januari 2022 20:33

Terjadi Panic Buying Beli Minyak Goreng, Dewan Minta Pemko Pekanbaru Sidak Ritel Guna Cegah Penimbunan

Bahkan viral di media sosial emak-emak rela antre untuk membeli minyak goreng satu harga yang mulai diterapkan hari ini.

Rabu, 19 Januari 2022 17:06

Pemprov Riau Diminta Batalkan Penyertaan Modal Ke Jamkrida dan BRK

Aksi unjuk rasa ini digelar di depan Kantor Gubernur Riau pada, Rabu, 19 Januari 2022 di Pekanbaru. 

Rabu, 19 Januari 2022 17:03

Akhir Pekan Ini Mendagri Tito Karnavian ke Riau, Salah Satu Agendanya Tinjau Vaksinasi Massal

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian diagendakan akan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau.

Rabu, 19 Januari 2022 16:09

Riau Sudah Berangkatkan 221 Jemaah Umrah dalam Tiga Kali Keberangkatan

Keberangkatan dilakukan pada tanggal 8, 10 dan 12 Januari 2022.

Rabu, 19 Januari 2022 14:54

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum: Sebagai Orang Sunda, Saya Terusik dengan Ucapan Arteria Dahlan

Ridwan Kamil mengaku sangat risih dengan pernyataan yang dilontarkan oleh politisi PDIP Artieria Dahlan.

Rabu, 19 Januari 2022 14:38

Syamsuar Sebut Rata-rata 20 Perkara Hukum Dihadapi dalam Setahun

Jumlah perkara hukum yang relatif banyak, SDM kurang.

Rabu, 19 Januari 2022 13:25

Rocky Gerung Sebut IKN Nusantara Berpotensi Jadi ‘Kota Hantu’

Rocky mengutip kegelisahaan Sri Mulyani bahwa anggaran untuk membangun IKN Nusantara sebagian besar dari utang.

Rabu, 19 Januari 2022 13:11

Edy Natar Khawatirnya Potensi Kepanikan Sosial, Daerah Jangan Pernah Sepelekan Covid Omicron

“Kalau kepanikan sosial ini terjadi nanti, akan mempengaruhi psikologis masyarakat kita.”

Rabu, 19 Januari 2022 12:52

Antisipasi Penyebaran Covid Omicron, Syamsuar Sebut PNS Tak Diizinkan ke Luar Daerah

Langkah ini dalam rangka upaya Pemprov Riau mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron.