Catatan Sejarah 2 Oktober: Salahuddin al-Ayyubi Rebut Kembali Yerusalem

Sabtu, 02 Oktober 2021 05:00
Catatan Sejarah 2 Oktober: Salahuddin al-Ayyubi Rebut Kembali Yerusalem

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Yerusalem sebelumnya adalah kota muslim yang dipertahankan oleh tentara Mesir. Kota ini kemudian menjadi sasaran tentara Salib.

Pada 7 Juli 1099, 40.000 tentara salib berbaris rapat diluar tembok Kota Yerusalem. Tentara Mesir yang saat itu mempertahankan Yerusalem, hanya berjumlah seribu orang.

15 Juli 1099, tentara salib berhasil menembus pertahanan Kota Yerusalem. Mereka kemudian melakukan pembantaian semua penduduk tanpa melihat usia dan jenis kelamin.

Tentara salib mendirikan kerajaan di Kota Yerusalem, dan kerajaan itu bertahan selama 88 tahun hingga kembali direbut oleh seorang pahlawan Islam, Salahuddin al-Ayyubi.

Baca: Ketua DPRD Pekanbaru: Efektitas Sekolah Online Hanya 35 Persen

Dalam bukunya yang berjudul History of The Arabs (1937), sejarawan Philip K Hitti mencatat Shalah al-Din Yusuf (kemudian lebih dikenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi) mempunyai dua ambisi besar. Pertama, menggantikan Islam Syiah di Mesir menjadi Sunni, dan menegakkan kedaulatan Islam di kawasan Suriah.

Untuk menegakkan kedaulatan Islam, Salahuddin al-Ayyubi mulai mengusir pasukan Salib. 1 Juli 1187, pasukannya merebut Tiberias setelah perang enam hari.

4 Juli 1187, atau 584 Hijriah, Tentara Salib dari Kerajaan Yerusalem dihancurkan pasukan Salahuddin al Ayubbi.

Pasukan salib dibawah pimpinan Lusignan de Guy di giring ke suatu lembah bernama Hittin. Pasukan salib harus berjalan seharian melewati tanah kering dengan peralatan tempur yang berat.

Perjalanan yang berat membuat banyak tentara salib yang terpisah dari pasukan induknya. Salahuddin memerintahkan pasukan pemanah untuk mengincar tentara-tentara yang terpisah ini.

Sesampainya di lembah Hittin, pasukan salib yang sudah kepayahan kehilangan semangat tempur dengan mudah dihancurkan pasukan muslim. 20.000 tentara salib binasa, dan rajanya, Lusignan de Guy ditawan.

Salahuddin sendiri tak membunuh Lusignan de Guy. Dia mengatakan bahwa raja tak membunuh raja. Lusignan de Guy kemudian dilepaskan kembali ke Yerusalem.

Pertempuran lembah Hittin ini merupakan lamgkah awal pasukan muslim merebut Yerusalem. Setelahnya, pasukan Salahuddin mulai diarahkan langsung ke Yerusalem.

20 September 1187, pasukan Salahuddin sudah mengepung Yerusalem. Pengepungan ini berlangsung hampir satu bulan lamanya. Hingga, pada 2 Oktober 1187, Salahuddin al-Ayyubi berhasil merebut Yerusalem dari tentara salib. (bpc4)