• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

BI Beberkan 2 Risiko yang Perlu Diwaspadai Agar Inflasi Riau  Tetap Terkendali

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
5 Januari 2022
Inflasi Riau terkendali, kondisi inflasi riau

Deputy Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Riau Maria Cahyaningtyas (Foto: Bertuahpos/Melba)

121
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Bank Indonesia (BI) mewaspadai dua risiko agar kondisi inflasi di Riau tetap terkendali di sepanjang tahun 2022. Hal ini lantaran Riau bukan daerah produsen, dan masih sangat menggantungkan kebutuhan pokok masyarakat pada provinsi tetangga.

Deputi Kepala Perwakilan M Cahyaningtyas mengatakan, adapun dua risiko itu antaralain; masih tingginya ketergantungan Riau terhadap pasokan komoditas pangan dari daerah lain. Kedua, berbagai komoditas yang terdampak penyesuaian cukai rokok, pengenaan cukai plastik, dan pengenaan cukai minuman berperisa.

“Oleh karena itu, koordinasi tim pengendali inflasi daerah (TPID) harus terus diperkuat agar inflasi Riau pada tahun 2022 berada pada sasaran inflasi  3,0%±1%,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Rabu, 5 Januari 2021.

Berdasarkan rilis data inflasi oleh Badan Pusat Statistik, tingkat inflasi bulanan di Provinsi Riau tercatat sebesar 0,05% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,38% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, realisasi inflasi tahunan Riau pada tahun 2021 tercatat cukup rendah, yaitu sebesar 1,54% (yoy).

Pada bulan Desember 2021, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga pada level terkendali. Tarif kontrak rumah berandil paling besar dalam pembentukan inflasi pada bulan laporan sebesar 0,04%.

“Hal tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan masyarakat pada sektor properti, sebagaimana tercermin dari Survey Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia. SHPR Bank Indonesia menunjukkan bahwa harga properti di Kota Pekanbaru pada triwulan IV 2021 diprediksi tumbuh 2,53% (yoy), tertinggi di Sumatera,” tambahnya.

Dijelaskan pula, beberapa komoditas bahan makanan seperti bawang merah dan cabai rawit terpantau mengalami kenaikan harga, seiring dengan meningkatnya permintaan pada periode Nataru. Adapun kenaikan harga pada telur ayam ras dan ayam hidup dipicu oleh kenaikan harga pakan ternak, khususnya jagung. Sementara itu, inflasi pada akhir tahun tertahan oleh deflasi pada komoditas cabai merah dengan andil sebesar -0.33%.

Berlimpahnya pasokan yang bersumber dari sentra produksi di wilayah Sumatera, membuat harga cabai merah menurun. Beberapa komoditas bahan makanan lainnya yang terpantau turut mengalami deflasi, yaitu tomat, udang basah, wortel, dan cabai hijau.

“Penurunan harga komoditas cabai merah pada Desember 2021 mendorong relatif rendahnya inflasi tahun 2021. Pasokan cabai merah relatif mencukupi kebutuhan masyarakat Riau sepanjang tahun,” kata Cahyaningtyas.

Sementara itu, di Riau, konsumsi cabai merah dalam keseharian sangat besar, sehingga kestabilan harga cabai merah berperan menahan laju inflasi tahunan. Selain cabai merah, pasokan komoditas utama konsumsi lain seperti beras dan daging sapi cukup memadai. Hal tersebut mendorong pergerakan harga bahan pangan di Riau relatif stabil sepanjang tahun 2021.

Rendahnya inflasi Riau pada tahun 2021 tidak terlepas dari sinergi TPID se-Provinsi Riau. Salah satunya melalui inisiasi Kerjasama Antar Daerah (KAD) untuk menjaga kontinuitas pasokan. Sepanjang tahun 2021, TPID se-Provinsi Riau berhasil menginisiasi 5 KAD dengan daerah sentra produksi, antara lain Sumatera Utara untuk komoditas cabai merah, Sumatera Barat untuk komoditas beras, dan DKI Jakarta untuk komoditas daging sapi. (bpc2)

Tags: bahan pokokbiinflasi 2022Inflasi riaukonsumsi rumah tangga
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

QRIS Indonesia Bidik Hongkong, India dan Arab Saudi untuk Perluas Jaringan
Ekonomi

BI Catat Transaksi Menggunakan QRIS Tembus Rp15 Miliar

...

Read moreDetails
Pekan Ini, Ada 5 Titik Operasi Pasar di Pekanbaru dan Kampar

Pekan Ini, Ada 5 Titik Operasi Pasar di Pekanbaru dan Kampar

BI, OJK & KPEI Bikin Lembaga Baru, Namanya Central Counterparty CCP, Apa Tugas dan Fungsinya?

BI, OJK & KPEI Bikin Lembaga Baru, Namanya CCP, Apa Tugas dan Fungsinya?

Kepala Disperindagkop UMKM Riau: Jelang Ramadan Akan Ada 6-7 Kali Pasar Murah

Pemprov Riau Klaim Operasi Pasar dan Pasar Murah Efektif dalam Pengendalian Harga Bahan Pokok

Harga sembako riau

Sri Mulyani Cemaskan Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Bulan Puasa dan Lebaran

Langkah Strategis Pengendalian Inflasi

Langkah Strategis Pengendalian Inflasi, BI Optimis Inflasi Riau 3 Plus Minus 1 Persen Tahun 2023

Next Post

Komentar Kocak Netizen Soal Spirit Doll: Bisa Diminta Tolong Beli Masako di Warung Gak?

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.