Asyik Nonton Sinetron, Netizen: Pak Mahfud Kalau Butuh Hiburan, Nonton Penderitaan Rakyat Kecil Aja

Jumat, 16 Juli 2021 10:53
Asyik Nonton Sinetron, Netizen: Pak Mahfud Kalau Butuh Hiburan, Nonton Penderitaan Rakyat Kecil Aja

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Cuitan Menkopolhukam yang memiliki waktu luang untuk menonton sinetron di tengah pandemi ini mendapat kritikan keras dari netizen, Jumat 16 Juli 2021.

Bahkan, salah satu netizen menyarankan agar Mahfud menonton penderitaan rakyat kecil, jika ingin hiburan.

“Pak Mahfud kalo butuh hiburan. Nonton penderitaan rakyat kecil aja. Menghibur sekali, ada yg jualan d gusur, d denda,smpai d pukul jg loh.. asyikk bgt. Sekalian jajaran kementrian diinstruksikan biar bisa nobar penderitaan rakyat kecil. seru deh,” tulis akun @adypras6.

Netizen lain ada juga yang mengkritisi bahwa prestasi Mahfud MD sebagai pejabat publik hanya sebatas menonton sinetron.

Baca: Raker Penertiban ODOL, Wabup Kuansing Minta Dukungan  Perusahaan 

BACA JUGA:  Amien Rais ke Jokowi: Hukum Tuhan Itu Adil, Neraka Jahanam Kalau Bunuh Mukmin Tanpa Hak

“Sudah biarkan aja bang.. mungkin itu emang prestasi beliau 🤭 twit soal pak Mahfud ntn itu aja sampai 14x sampai detik ini. Mungkin itu suatu kebanggan bagi beliau diliput media 🤣😷,” tulis akun @XisStu.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopohukam) Mahfud MD mengaku memiliki banyak waktu luang selama PPKM.

Karena itu, kata Mahfud, dirinya bisa menonton sinetron dengan judul Ikatan Cinta.

“PPKM memberi kesempatan kpd sy nonton serial sinetron Ikatan Cinta,” tulis Mahfud di akun twitternya, @mohmahfudmd.

Mahfud MD mengaku dirinya menikmati sinetron tersebut. Namun, dia juga menilai jika sinetron tersebut tidak sesuai dengan kaidah hukum.

Mahfud mengomentari salah satu adegan dimana seorang pemain mengaku membunuh dan langsung ditahan. Padahal, kata Mahfud, pengakuan dalam hukum pidana bukan bukti yang kuat.

BACA JUGA:  Fahri Hamzah: Untuk Tahu Orang Itu Gila, Tanya ke Dokter Jiwa, Jangan Tanya Tetanggamya

“Asyik jg sih, meski agak muter-muter. Tp pemahaman hukum penulis cerita kurang pas. Sarah yg mengaku dan minta dihukum krn membunuh Roy langsung ditahan. Padahal pengakuan dlm hukum pidana itu bkn bukti yg kuat,” tambah dia. (bpc4)