• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

AS Turunkan Kapal Perang, Ketegangan di Laut Natuna Kian Mencekam

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
14 Januari 2022
keterangan laut natuna

Ilustrasi latihan perang di laut lepas

112
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Ketegangan di Laut Natuna kian mencekam setelah Amerika Serikat (AS) mengirikan kapal induk mereka di tengah sengketa dengan China.

Kehadiran kelompok tempur kapal induk ini tidak lain untuk melakukan latihan perang. Sebuah lembaga penelitian yang berbasis di Beijing mengatakan dua kapal militer AS, USS Carl Vinson dan USS Essex.

Kapal-kapal ini juga didampingi oleh kapal lainnya yang juga terpantau menyeberang ke wilayang maritim pada Selasa, 11 Januari 2022. Di sisi lain, Pembuktian Situasi Strategis Laut Cina Selatan menambahkan bahwa AS memasuki perairan selatan Luat Natuna minggu ini.

Militer AS akan melakukan latihan bersama di perairan international yang diklaim oleh banyak negara. Pulau-pulau dan perairan di Laut Natuna diklaim oleh beberapa negara, antara lain China, Filipina, dan Vietnam.

Meski begitu, pihak Angkatan Laut AS sendiri masih belum memberikan konfirmasi terkait latihan militer tersebut. Laut Natuna menjadi daerah sengketa sebab wilayah ini memiliki sumber daya alam minyak dan gas, juga merupakan kunci untuk rute pelayaran international.

Baru-baru ini Departemen Luar Negeri AS menolak klaim China terkait wilayah di Laut Natuna, karena dinilai ‘sangat merusak supermasi hukum’.

Amerika tidak mengakui tentang klaim sejarah yang disebut China atas rute perdagangan utama dan menegur Beijing memiliki ‘beberapa bentuk yurisdiksi eksklusif atas sebagian besar Laut Natuna’.

“Untuk alasan ini, Amerika Serikat dan banyak negara lain telah menolak klaim ini demi tatanan maritim internasional berbasis aturan di Laut China Selatan dan di seluruh dunia,” berdasarkan laporan yang dikeluarkan Deplu AS. (bpc2)

Tags: keteganganlatuhan militerlaut natunamiliter as
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

ketegangan rusia-ukraina
Berita

Ketegangan Rusia-Ukraina di Sikapi AS dengan Kirim Pasukan Ke Eropa Timur

...

Read moreDetails
AS akan lakukan ‘Serangan Neptus 22’

AS Akan Lakukan Serangan Neptus 22, di Tengah Ketegangan dengan Rusia

Hadapi Taliban, Militer AS Janji Tingkatkan Serangan Udara

Situasi di Afganistan Tak Aman, WNI Diminta Siapkan Tas Evakuasi

kapal kargo terusan suez

AS Tawarkan Bantuan Evakuasi Kapal Kargo di Terusan Suez

iran dan as

Iran dan AS Saling Tingkatkan Kegiatan Militer di Teluk Persia, Hubungan Keduanya Kian Memanas

Next Post
kinerja APBN Riau 2021

DJPb Sebut Capaian Kinerja APBN di Riau 2021 Menggembirakan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.