Lewat Komik, Mengkritik Jadi Tak berisik

Senin, 17 Maret 2014 17:57
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU- Menyuarakan aspirasi tak melulu harus dilakukan dengan turun ke jalanan sambil berorasi. Sosial media seperti facebook dan twitter juga merupakan salah satu tempat untuk menyalurkan aspirasi rakyat, termasuk aspirasi terkait kabut asap.
 
Tengok saja di media sosial seperti facebook maupun twitter sudah banyak tersebar hasil karya design maupun komik mengenai kabut asap, ada yang langsung ke penguasa maupun yang sekedar sindiran.

Seperti yang disebut Bary Eko Lesmana, kepada bertuahpos.com Senin (17/03/2014). “Kita mencari yang berbeda, makanya buat komik sebagai media kritik,” ujarnya.

Mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) ini memilih jalur komik karena
memiliki keahlihan di situ. “Aku memang suka buat komik, lagi pula
dengan komik kita mengkritik tapi tidak berisik,” ulasnya.

Kritikan yang menggunakan tagline Atuk emang gitu orangnya, ramai
beredar di media sosial. Mayoritas berisi sindiran kepada Gubernur
Riau, Anas Ma’mun yang belum berhasil menyelesaikan persoalan
kebakaran hutan dan lahan di negeri lancang kuning.

Saidan, Ketua BEM UIN Suska Riau mengaku terhibur dengan kreatifitas
yang dimunculkan lewat desain kreatif seni visual tersebut. Namun
menurutnya menyuarakan aspirasi secara nyata juga perlu dilakukan,
agar pesannya sampai ke semua lapisan masyarakat. 

“Karena tidak semua masyarakat paham menggunakan media sosial,” tambahnya.

Saidan berharap dengan bersatunya masyarakat Riau meski berbeda media
kritiknya, bisa mendesak pemerintah agar menangani persoalan kabut
asap sampai tuntas. 

 
“Kalau memang Pemerintah daerah tidak sanggup,
biar pemerintah pusat yang memberikan sanksi kepada perusahaan yang
turut membakar lahan seberat beratnya, biar jera,” tegasnya.(riki)
 

Baca: Yayasan TNTN Pelalawan laporkan Penambang Emas ke Balai Hukum