• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Jikalahari Sepakat “Marwah” Gambut Diberikan Ke Masyarakat Riau

Tim Redaksi by Tim Redaksi
12 April 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) sepakat bahwa pengelolaan sisa hutan dan lahan gambut di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, harus dikembalikan pengelolaannya kepada masyarakat.

Koordinator Jikalahari, Woro Supartinah, mengatakan bahwa memberikan pengelolaan kawasan gambut kepada masyarakat, sama saja dengan menghidupkan kembali “marwah” gambut kepada fungsi sesungguhnya.

“Kami sepakat dengan sistem pengelolaan yang akan dilakukan oleh Badan Restorasi Gambut. Bahwa pengelolaan lahan sisa perusahaan itu harus diserahkan ke masyarakat,” katanya, Selasa (12/04/2016).

Dia menambahkan bahwa sistem pengelolaannya memang menawarkan banyak model. Untuk sementara ini konsep dengan melibatkan masyarakat setempat dalam pengelolaan lahan gambut adalah cara yang patut untuk diberi apresiasi.

Rencana Badan Restorasi Gambut (BRG) akan melimpahkan pengelolaan 6 ribu hektar lahan hutan milik PT Lestari Unggul Makmur(LUM)kepada masyarakat, tentunya akan menjadi peluang baru dalam menumbuhkan kembangkan perekonomian.

( Baca:Badan Restorasi Gambut Mulai Beraksi di Riau)

Selama ini, seperti terlewatkan bahwa negara ini diisi oleh rakyat, bukan hanya perusahaan. Sebab itu hutan dan lahan gambut juga harus dikelola oleh rakyat. Agar pemanfaatannya tidak hanya dikelola oleh industri saja.

Woro sepakat bahwa koordinasi yang dilakukan oleh BRG ke NGO kemarin adalah bentuk penghargaan mereka terhadap keberadaan dan keterlibatan NGO dalam perlindungan hutan dan lahan gambut.

“Koordinasi ini penting dilakukan. Dan pekerjaan menyelamatkan gambut bukanlah kerja yang ringan. Support juga tetap akan kami berikan, karena ini menyangkut sistem yang ingin diperbaiki. Terlepas pekerjaan teknis dilapangan. Sekarang ini sudah dimulai dan harus dimasifkan lagi,” sambungnya.

Konsep yang ditawarkan Jikalahari, ingin perubahan secara menyeluruh. Dengan kata lain tidak hanya sebatas kerja teknis yang dilakukan, terutama terkait masalah restorasi gambut. Woro menyebutkan, Jikalahari juga ingin pemulihan gambut di Riau diikuti dan diparalelkan dengan upaya-upaya yang tersistematis.

Tujuannya tidak lain untuk memperbaiki tata kelola hutan di Riau. “Dan kami akan terus konsiten untuk berbicara soal penegakan hukum, perluasan wilayah kelola masyarakat, yang itu juga berkaitan dengan apa yang kini dilakukan di wilayah Sungai Tohor,” sambungnya.

Penulis: Melba

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra
Edukasi

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

...

Read moreDetails
Puma Menghadirkan Sepatu Lari Tanpa Pelat dengan Teknologi Nitrofoam, Cocok untuk Easy Run

Puma Menghadirkan Sepatu Lari Tanpa Pelat dengan Teknologi Nitrofoam, Cocok untuk Easy Run

Inilah Tips Membedakan Busi Asli dan Palsu

Inilah Tips Membedakan Busi Asli dan Palsu

Yamaha MT-15, Motor Sport Naked Mesin SOHC VVA Harganya Rp41 Jutaan

Yamaha MT-15, Motor Sport Naked Mesin SOHC VVA Harganya Rp41 Jutaan

Mengenal Ferrari 296 GT Modificata, Supercar Two Seater yang Diproduksi Terbatas

Mengenal Ferrari 296 GT Modificata, Supercar Two Seater yang Diproduksi Terbatas

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

Next Post

Anggota DPRD Enggan Berkomentar Soal Kasus Suparman

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.