Ini Isi Khutbah yang Disampaikan Pada Solat Sunah Gerhana Matahari

Rabu, 09 Maret 2016 13:33

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU– Fenomena alam yang terjadi pada hari ini, Rabu (09/03/2016) membuat para umat manusia begitu takjub akan kekuasaan Allah SWT. Sebagai wujud takjub, bagi umat Muslim melaksanakan solat sunah Gerhana Matahari.

Dan pada kesempatan inipun, diadakan sebuah khutbah selepas solat sunah tersebut. Yang bertemakan Ibrah dan Hikmah dari Gerhana Matahari. Disampaikan oleh H. Sofyan Siroj, Lc, MM, bertepat di Masjid Adh-Dhiyyaa’ Komplek PLN WRKR dan PB3S Jalan Nangka.  Inilah isi khutbah solat sunah Gerhana Matahari tersebut,

Musyawarah Labuh Baru Barat, Payung Sekaki- Pekanbaru  Assalamualaikum warahmatullahi wabarakutuh Bismillahirrahmanirrahim. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan seluruh sahabatnya.

Dulu di zaman jahiliyah, orang-orang menyembah matahari dan bulan. Allah Ta’alaberfirman,وَمِنْ آَيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.” (QS. Fushilat: 41)

Baca: Selama MTQ, Tempat Hiburan Diminta Kurangi Jam Operasi

Di zaman jahiliyah dahulu juga terdapat anggapan ketika terjadi gerhana matahari atau bulan, itu terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Dan memang dahulu terjadi gerhana di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena kematian anaknya, Ibrahim.

Jadi orang-orang mengira gerhana itu terjadi karena kematian anaknya. Itulah keyakinan jahiliyah yang masih ada dahulu. Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan,“Matahari dan bulan adalah di antara tanda yang membuktikan kebesaran Allah.

Gerhana itu muncul bukan karena sebab kematian seseorang”.[1] Ketika terjadi gerhana, Allah ingin menakuti hamba-hamba-Nya. Terjadinya gerhana bukanlah karena kematian seseorang. Allah hanya ingin menakuti hamba-Nya kala itu. Ketika gerhana itu terlihat, maka segeralah shalat dan berdo’alah sampai gerhana tersebut berakhir.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa”Matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Kedua gerhana tersebut tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang.” (HR. Bukhari no. 1060 dan Muslim no. 904). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di sini mengingkari aqidah jahiliyah yang keliru ketika terjadinya gerhana matahari dan bulan.

Dan hendaklah ketika terjadinya gerhana tadi, setiap orang shalat dan perbanyak do’a kala itu sampai gerhana berakhir. إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ

Secara istilah, gerhana matahari dan bulan disebut dengan istilah kusuf  atau khusuf Kedua kata tersebut merupakan sinonim yang berarti perubahan pada keduanya dan berkurangnya cahaya padanya. Secara sederhana kita mengartikannya dengan istilah:  Ada pula yang mengatakan bahwa istilah kusuf untuk matahari sehingga disebut ‘kusuf asy-syams’ (gerhana matahari) sedangkan khusuf untuk bulan, sehingga dikatakan ‘khusuf al-qamar’ (gerhana bulan).

Semoga Allah menganugerahkan pada kita taubat yang ikhlas, dan moga Allah beri kita taufik dalam perkataan dan perbuatan.Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu