Didesak Pemprov Selesaikan Jalur Lingkar, Ini Jawaban Pemko

Rabu, 24 Februari 2016 17:20

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memastikan bahwa proses ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan tol Riau, Pekanbaru-Dumai, dimulai pada jalan lintas daerah Muara Fajar, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru.

Untuk itu, Pemprov Riau mendesak Pemko untuk segera menyelesaikan proyek jalan lingkar itu menjelang bulan Mei 2016 ini. Ketika dikonfirmasi kepada Walikota Pekanbaru Firdaus MT, Pemko akan segera menyelesaikan jalan tersebut.

“Saya sudah kelapangan proses pekerjaan tersebut, direncanakan pemancangan pertama pembangunan tol di beberapa bulan ke depan. Apakah Maret atau April,” kata Firdaus kepada bertuahpos.com, Rabu (24/2/2016).

Pemko sendiri pada saat peninjauan langsung, kata Firdaus, untuk akses jalan lingkar sudah dibuka. Untuk akses jalan masuk ke lokasi ground breaking lebih kurang berkisar dua kilo meter dari jalan Yos Sudarso.

Baca: Pasca Kebakaran Ramayana, Omset Pedagang Turun 30 Persen

“Insya Allah sebelum peletakan  batu pertama akan kita selesai. Sebelum bulan Mei nanti kita selesaikan,” tutupnya.

Sebelumnya, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Riau, Masperi mengatakan Pemerintah Provinsi Riau mendesak Pemerintah Kota Pekabaru untuk menyelesaikan proyek jalan lingkar itu menjelang bulan Mei 2016 ini.

“Karena jadwal peletangan batu pertama pada bulan itu. Makanya kami mendesak juga agar Pemko segera menyelesaikan pembangunan jalan itu. Karena kemungkinan presiden akan lewat di jalur itu. Peletakan batu pertama pada titik nol,” katanya

Kesepakatan terakhir, kata Masperi round breaking itu memang dilakukan dititik nol stasiun akhir dipangkal jalan lingkar, Muara Fajar.

Selain itu, DPRD Kota Pekanbaru meminta kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) segera menyelesaikan jalan tersebut. Demikian yang ditegaskan oleh Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Amriel.

“Kita sudah pernah turun melihat keadaan disana, memang ada beberapa persoalan yang membuat warga masih tidak mau melepas tanahnya,” katanya saat dihubungi via telpon,

Persoalan yang dimaksud Roni salah satunya adalah tidak adanya ganti rugi lahan yang diberikan pemerintah kepada warga yang terkena dampak pembangunan tol Pekanbaru ke Dumai tersebut.

“Yang ada itukan ganti rugi tanaman dan bangunan yang terkena dampak pembuatan jalan tol itu. Jadi warga sebagaian tidak mau melepasnya, ini menjadi persoalan,” sambung politisi Golkar tersebut.

Penulis: Iqbal