Catatan Sejarah 20 Juni: Wafatnya Syekh Burhanuddin Ulakan

Sabtu, 20 Juni 2020 07:16
Catatan Sejarah 20 Juni: Wafatnya Syekh Burhanuddin Ulakan

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Sampai saat ini, makam Syekh Burhanuddin yang terletak di Ulakan, Pariaman, masih diziarahi oleh masyarakat, khususnya jemaah Tarekat Shatariyah.

Siapakah Syekh Burhanuddin Ulakan?

Advertisement

Syekh Burhanuddin adalah seorang ulama berpengaruh yang menyebarkan Islam di Kerajaan Pagaruyung dan sekitarnya. Tak hanya menyebarkan agama Islam, dia juga berjuang melawan penjajahan VOC Belanda.

Syekh Burhanuddin lahir dengan nama Pono di Ulakan, Pariaman, Sumatera Barat pada 1646. Awalnya, Pono tidaklah beragama Islam, melainkan memeluk agama Budha.

Baca: M. Ikhwan: Silahturahmi Pintu Surga

Pono kemudian berkenalan dengan pedagang Gujarat yang juga menyebarkan agama Islam di daerah Pekan Tuo. Atas bimbingan pedagang Gujarat tersebut, Pono kemudian masuk Islam bersama ayahnya.

Ketika dewasa, Pono kemudian merantau ke Aceh dan berguru ke ulama berpengaruh Aceh, Syekh Abdur Rauf as-Singkili. Keduanya juga berguru ke Syekh Ahmad al-Qusyasyi dari Madinah.

Tidak disebutkan kapan Pono berubah nama menjadi Sykeh Burhanuddin, namun Syekh Ahmad memang menugaskan keduanya untuk menyebarkan Islam di daerah masing-masing.

Tahun 1680, Syekh Burhanuddin kembali ke Ulakan dan mendirikan surau dan pesantren untuk syiar agamanya. Surau ini mendapatkan sambutan dari masyarakat, dan banyak juga yang datang dari luar daerah.

Syekh Burhanuddin hanya sebentar saja memimpin pesantrennya. Tanggal 20 Juni 1704, Syekh Burhanuddin wafat.

Hingga saat ini, makam Syekh Burhanuddin masih ramai dikunjungi peziarah. Ziarah ini dinamakan Besapa atau bersafar serempak, karena karena dilakukan pada 10 Shafar. (bpc2)