Korupsi Rp206 Juta, Kaur Keuangan dan Kades Baran Melintang Dituntut 2 Tahun Penjara

Rabu, 12 Januari 2022 08:33
Korupsi Rp206 Juta, Kaur Keuangan dan Kades Baran Melintang Dituntut 2 Tahun Penjara

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU  — Penti Kurniawan SPsi, MM, Kepala Desa Baran Melintang, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti dan Supri A.Md alias Li Bin Mukhtar,  Kaur Keuangan Desa Baran dituntut masing-masing selama dua tahun penjara.

Keduanya dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidan korupsi dana desa sebesar Rp206 juta.

Tuntutan ini dibacakan Jaksa Penuntut Umum Sri Mulyani Anom SH, pada sidang yang digelar, Senin 10 Januari 2022. Usai pembacaan tuntutan majelis hakim menjadwalkan pembacaan vonis pada Senin 24 Januari 2022 mendatang.

Dalam tuntutan JPU, kedua terdakwa juga dituntut membayar denda masing-masing sebesar Rp100 juta, subsider satu bulan kurungan. Terhadap terdak Penti Kurniawan, dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp206 juta, dikurangi dengan harga sebidang tanah seluas ± 17250 M2 dengan surat SKGR, apabila telah dilakukan lelang nantinya, jika tidak mencukupi diganti dengan kurungan 7 bulan penjara.

Baca: Jubir COVID-19 Riau : Bully Kepada Keluarga Pasien COVID-19 Masih Terjadi

Jaksa Penuntut Umum menilai kedua terdakwa terbukti bersalah sesuai Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Perbuatan terdakwa bermula pada tahun 2018 Desa Baran Melintang Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, memiliki pendapatan yang berasal dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Dana Desa (DDS) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Bantuan Keuangan (BANKEU) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau.

Bahwa adapun rincian Keuangan Desa Baran Melintang Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2018 Persumber Dana yaitu, ADD sebesar Rp684.815.100, DDS sebesar Rp812.954.000, Bankeu sebesar Rp100 juta. Sehingga jumlah pendapatan Desa Baran Melintang Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2018 adalah sebesar Rp1.597.769.000.

Bahwa dari pendapatan Desa Baran Melintang Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2018 dipergunakan untuk kegiatan yang tertuang dalam APBDes Baran Melintang antara lain, kegiatan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa sebesar Rp578.765.278. Bidang Pembangunan Desa sebesar Rp743.154.000, Bidang Pembinaan Kemasyarakatan sebesar Rp5.200.000, Bidang Pemberdayaan Masyarakat sebesar Rp255.500.000.

Namun tugas Tim PTPKD tersebut diambil alih oleh terdakwa Penti dan mengelola sendiri APBDes Desa Baran Melintang bersama-sama dengan terdakwa Supri.

Dalam pengelolaan APBDes Desa Baran Melintang Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun Anggaran 2018 baik kegiatan pembangunan fisik maupaun nonfisik terdakwa Penti bersama-sama dengan terdakwa Supri, mengerjakan sendiri kegiatan-kegiatan sebagaimana yang tercantum dalam APBDes Desa Baran Melintang tersebut.

Adapun caranya dengan membelanjakan bahan-bahan maupun barang untuk kepentingan Desa Baran Melintang dengan meminta bon kosong dan mengisi sendiri bon tersebut tidak dengan harga yang sebenarnya akan tetapi menyesuaikan dengan harga yang telah ditetapkan dalam RAB sehingga terdapat Kelebihan Bayar dan Pemahalan Belanja dalam pengelolaan APBDes Desa Baran Melintang Tahun Anggaran 2018 serta terdapat Belanja yang tidak dilaksanakan dalam pengelolaan APBDes Desa Baran Melintang Tahun Anggaran 2018.(bpc17)

Berita Terkini

Sabtu, 29 Januari 2022 08:36

Viral Video Anak-anak Bahagia Main Lempar Bola Salju di Kompleks Mesjid Al Aqsa Kota Gaza

Beberapa waktu lalu viral video anak-anak bermain di Kompleks Mesjid Al Agsa di Gaza

Sabtu, 29 Januari 2022 07:18

Khawatir Muncul Stigma Buruk, PBNU Minta Kepala BNPT Buka Identitas Pesantren Terafiliasi Kelompok Teroris Hingga Simpatisan ISIS

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak BNPT membuka identitas 198 pondok pesantren yang diduga terafiliasi kelompok teroris

Sabtu, 29 Januari 2022 06:10

Arini Subianto Janda Terkaya di Indonesia, Ini Sumber Kekayaannya

Arini Saraswati Subianto merupakan satu di antara perempuan terkaya di Indonesia. Harta kekayaan mencapai triliunan Rupiah

Sabtu, 29 Januari 2022 04:09

A Sampai Z Dayana Kazakhstan, Selebgram Dadakan Hingga Diserang Haters dan Akun IG Mendadak Lenyap Saat Kerusuhan Berdarah

Dayana Kazakhstan tersandung masalah. Gadis cantik Kazakhstan itu diserang haters hingga berbuntut gerakan unfollow

Sabtu, 29 Januari 2022 03:32

Andika Kangen Band Kompak Bersama Anaknya, Netizen: Dia Mungkin Gagal Jadi Suami, Tetapi Tidak Gagal Sebagai Ayah

Andika Mahesa mengunggah momen kebersamaan dirinya dengan anak perempuannya, Kirana

Sabtu, 29 Januari 2022 02:07

Wacana Efisiensi Tenaga Honorer, BKD Sebuat Tergantung OPD Masing-masing

Tenaga honorer di pemerintahaan dihapuskan. Ini masih sebatas rencana. Realisasinya di tahun 2023.

Sabtu, 29 Januari 2022 01:02

Punya Budget Rp3 Jutaan, Ini Daftar HP Samsung yang Dilengkapi Fitur NFC

HP Samsung dilengkapi fitur NFC muncul di berbagai segmen. Mulai entry level hingga flagship.

Sabtu, 29 Januari 2022 00:03

HIPMI Minta Pemerintah Kendalikan Impor Baja di Tengah Industri Domestik Perbaiki Kinerja

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) minta pemerintah kendalikan laju impor baja, serta mempertegas kebijakan terkait itu.

Jumat, 28 Januari 2022 23:31

Seorang Lansia di Jepang Tembak 2 Orang Petugas Medis yang Disandera, Begini Kronologinya

Dua dari tiga orang sandera yang merupakan petugas medis tewas. Ketiganya menjadi sandera oleh seorang pria lanjut usia (lansia) di Kota Fujimino

Jumat, 28 Januari 2022 21:55

Pengusaha dari Bali Laporkan Istri ke Polisi, Dugaan Selingkuh Dengan Pria Lain di Medan

seorang pengusaha dari Bali membuat laporan ke Polrestabes Medan, Sumatera Utara (Sumut). Pengusaha itu melaporkan istrinya sendiri