Kepala BEI Riau Sebut Edukasi Pasar Modal Secara Online Masih Terkendala

Selasa, 21 April 2020 06:10
Kepala BEI Riau Sebut Edukasi Pasar Modal Secara Online Masih Terkendala

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Riau, Emon Sulaeman mengungkapkan bahwa kegiatan edukasi pasar modal secara online di Riau, hingga kini masih mengalami kendala.

“Kendala umum yang kami hadapi, yakni tidak semua orang terbiasa dengan edukasi (pasar modal) secara online. Online masih dianggap ribet,” ungkapnya.

Advertisement

Padahal masyarakat harinya menyadari bahwa setelah wabah corona berlalu, maka pasar modal akan memasuki the new normal. Artinya, sebelum dan setelah COVID-19 kondisi “normalnya”, kata Emon, sudah sangat jauh berbeda.

So, kalau kita tidak mulai membiasakan dengan kegiatan online tentu akan lebih berat menghadapi the new normal pasca COVID-19,” ungkap Emon.

Baca: Hindari Karhutla, RAPP Harus Jalankan PP 71

Dia memastikan, dalam kondisi seperti ini, untuk kegiatan pasar modal di daerah, tetap akan dilakukan seoptimal mungkin terhadap kegiatan-kegiatan bersifat online

“Dan manajemen kamipun sebenarnya sudah sangat mendukung dari sisi perangkat untuk edukasi online ini,” ungkapnya.

Sekedar informasi, BEI Perwakilan Riau, mencatat angka investor baru di Riau mengalami peningkatan di tengah merebaknya wabah corona. Emon mengungkapkan, kenaikan jumlah investor baru terlihat dalam kurun waktu tiga bulan pertama-2020 (Q1).

Pada Januari tercatat jumlah investor baru sebesar 183 investor, kemudian mengalami peningkatan pada Februari sebesar 243 investor. Sedangkan pada Maret meningkat menjadi 388 investor.

“Denga demikian tercatat pada Q1 (quarter 1, Januari, Februari dan Maret) total investor baru sebesar 814. Artinya secara MoM jumlah investor baru terus bertumbuh,” ungkap Emon.

Dia menambahkan, jika dilihat secara Year on Year (YoY), Q1-2019, jumlah investor baru sebanyak 1.406. Sedangkan Q1-2020 jumlah investor baru sebanyak 814.

Emon menjelaskan, dalam sebuah krisis, selain ada kondisi bahaya juga pasti ada peluang atau opportunity, sepertinya investor lebih banyak  melihat peluang di saat indeks koreksi sangat dalam.

“Dan memang setelah itu indeks naik bahkan kenaikan tertinggi berada 4900 dan sekarang ada koreksi lagi,” sambungnya.

Sejauh ini, kata Emon, BEI belum ada rencana untuk melakukannya revisi terget, baik angka transaksi, jumlah investor dan IPO. Langkah tersebut memungkinkan untuk dilakukan pada semester ke II-2020 nanti. (bpc3)