Motif Sakit Hati, Sebuah Rumah di Kuansing Dimolotov, Kurang dari 1 Jam Pelaku Ringkus

Minggu, 02 Mei 2021 20:01
Motif Sakit Hati, Sebuah Rumah di Kuansing Dimolotov, Kurang dari 1 Jam Pelaku Ringkus

BERTUAHPOS.COM, KUANTAN SINGINGI — Rumah tempat tinggal Rick di Jalan Merdeka Kampung Baru Pasar, Kuantan Tengah, Kuansing dimolotov. Sofa di teras rumahnya terbakar dan hampir membakar rumahnya. Peiestiwa ini terjadi pada Sabtu malam, 1 Mei 2021, sekitar pukul 21.30.

Korban ketika itu sedang tidak di rumah. kejadian itu diketahuinya setelah anaknya bernama Geo berlari menjumpai korban dengan mengatakan bahwa rumahnya dibakar orang.

Advertisement

Rick kemudian berlari menuju rumahnya dan melihat api masih menyala di depan rumah. Seketika itu pula dia berusaha untuk memadamkan api.

Personil Sat Reskrim Polres Kuansing dipimpin Kasat Reskrim AKP Boy Marudut Tua SH yang mengetahui adanya kejadian tersebut langsung turun ke TKP dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara.

Baca: Respon Kapolda Riau Soal PSBB Skala Provinsi : Warga Riau Punya Karakter Beda-beda

BACA JUGA:  Tingkat Partisipasi Pemilih di Kuansing Turun

Di TKP ditemukan pecahan botol yang masih terdapat sumbu dan meninggalkan bau bensin. Dari situlah diketahui bahwa kediaman Rick diduga dimolotov.

Berdasarkan hasil olah TKP dan penyelidikan di lokasi kejadian, penyidik menyimpulkan bahwa pelaku bom molotov adalah saudara RV (34). Kurang dari 1 jam polisi mengamankan RV di Desa Seberang, Kecamatan Kuantan Tengah, Kuansing dan dibawa ke Polres Kuantan Singingi untuk dimintai keterangannya.

Dari hasil interogasi awal yang dilakukan, pelaku menerangkan bahwa perbuatan tersebut dilakukan pelaku dikarenakan pelaku sakit hati kepada korban karena korban pernah menghina pelaku.

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Henky Poerwanto, SIK, MM yang dihubungi melalui telepon selular membenarkan ada kejadian tersebut dan saat ini pelaku sedang dalam proses untuk didalami motif lainnya sehingga mengakibatkan pelaku melakukan perbuatan tersebut.

Terhadap pelaku dipersangkakan dengan pasal 187 KUHP yang diancam pidana penjara paling lama 12 tahun. (bpc10)