Diskes Riau Beberkan Alasan Kenapa Banyak RS di Pekanbaru Penuh

Kamis, 10 September 2020 12:31
Diskes Riau Beberkan Alasan Kenapa Banyak RS di Pekanbaru Penuh
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir – Foto: Melba / Bertuahpos.

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir membeberkan alasan mengapa banyak rumah sakit di Pekanbaru penuh, beberapa waktu belakangan ini.

Dijelaskan, kondisi itu terjadi memang karena tingginya jumlah kasus konfirmasi Covid-19 di Riau, terutama pada September 2020 ini. Banyak pasien dari luar Riau dan luar Pekanbaru harus jalani perawatan.

Advertisement

“Selain itu, pasien banyak yang memilih rumah sakit dengan fasilitas memadai (fasilitas lengkap). Alasan lain, rumah sakit di Pekanbaru tersedia fasilitas pemeriksaan swab mandiri,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, kata Mimi, saat pasien dinyatakan positif Covid-19 langsung dirawat di rumah sakit tersebut. Padahal mereka berasal dari daerah di luar Kota Pekanbaru. 

Baca: Pembangunan Fisik Tol Permai Rampung, Tapi Belum Bisa Dioperasikan, Ini Kata Syamsuar

Akibatnya, pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit yang ada di Pekanbaru membludak. Bahkan sejumlah rumah sakit di Pekanbaru mulai penuh.  “Itulah yang menyebabkan kondisi rumah sakit di Kota Pekanbaru itu banyak yang penuh,” ujarnya.

Secara umum, di Provinsi Riau, kata Mimi, jumlah ruang isolasi yang disiapkan, telah tersedia sebanyak 1078 tempat tidur. Dari jumlah tempat tidur yang disiapkan tersebut diisi oleh pasien positif Covid-19 sebanyak 549 pasien. Artinya masih tersisa 529 tempat tidur lagi.

Namun tempat tidur yang masih kosong tersebut sebagian besar ada di rumah sakit di luar Kota Pekanbaru. Sebab untuk rumah sakit di Pekanbaru sebagian besar sudah penuh. 

“Memang yang banyak itu di Pekanbaru, karena dari daerah itu dikirim ke Pekanbaru, makanya kondisi di Pekanbaru agak padat. Makanya pak Gubernur meminta yang di daerah itu selagi masih bisa ditangani di rumah sakit yang ada di daerah tidak perlu dikirim ke Pekanbaru. Cukup dirawat di daerah saja,” katanya. (bpc2)