• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, Oktober 19, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

DBD di Riau Tembus Lebih 1.500 Kasus, Kota Dumai Tertinggi

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
28 November 2023
ratusan remaja di pekanbaru diserang dbd

Ratusan remaja di Pekanbaru diserang DBD.

105
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Provinsi Riau menghadapi tantangan serius dengan peningkatan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Data terbaru dari Dinas Kesehatan mencatat bahwa jumlah total kasus DBD telah mencapai 1.537 kasus.

Kota Dumai menjadi perhatian dengan tingginya kasus DBD mencapai 450 kasus, sementara Kabupaten Indragiri Hulu melaporkan jumlah kasus terendah, yaitu 20 kasus.

“Dari data menunjukkan tren meningkatnya kasus DBD di Riau, mencapai puncak tertinggi sepanjang tahun 2023 pada bulan Oktober dengan 218 kasus,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zainal Arifin, di Pekanbaru.

Zainal menegaskan keseriusan pihaknya dalam menangani masalah ini dengan mengirim surat kepada Dinas Kesehatan kabupaten kota. Upaya pencegahan juga harus dilibatkan dengan meminta kerjasama dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kota serta partisipasi aktif masyarakat dalam menghadapi ancaman kasus demam berdarah di Riau.

Untuk mengendalikan penyebaran DBD, Zainal menekankan pentingnya keberadaan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di setiap rumah, dari salah seorang anggota keluarga di masing-masing rumah.

Setiap bagian rumah perlu dipantau, terutama kamar mandi yang sering menjadi tempat bersarang. Dengan melakukan pembersihan dan pengurasan setiap tiga hari, dapat memastikan tidak ada telur nyamuk. Melalui tindakan ini, diharapkan memutus rantai perkembangan nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.

“Implementasi pendekatan 3M (Menguras, Menutup, Mengubur) menjadi kunci dalam upaya pencegahan yang efektif,” ujarnya.

Upaya bersama dari pihak berwenang, Dinas Kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi angka kasus DBD di Provinsi Riau. Peningkatan kesadaran dan kedisiplinan dalam menjalankan langkah-langkah pencegahan adalah langkah krusial dalam melindungi kesehatan masyarakat.***

Tags: Kasus DBD
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Kasus Kematian Akibat DBD Didominasi Anak Usia 5-14 Tahun
Kesehatan

Kasus Kematian Akibat DBD Didominasi Anak Usia 5-14 Tahun

...

Read moreDetails
Kasus DBD Riau 2021

Dari 595  Kasus, Pekanbaru Tertinggi Kasus DBD Riau Tahun 2021

Kasus DBD Riau 2021

Kasus DBD di Riau Turun Drastis dalam 3 Tahun Terakhir, Berikut Rinciannya

Next Post

Jangan Dulu Bicara Indonesia Maju jika Transformasi Digital Desa tak Terjadi 

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.