Bisnis Properti Diperkirakan Mulai Lesu di 2014

Kamis, 17 Oktober 2013 04:08
Bisnis Properti Diperkirakan Mulai Lesu di 2014

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA – Pertumbuhan bisnis properti di Indonesia pada 2014 diperkirakan bakal melambat terutama pada produk apartemen dan perkantoran strata title (dijual bukan disewakan) . Sehingga bakal banyaknya pasokan properti di tahun depan namun tidak dibarengi dengan permintaan.

“Pertumbuhan properti akan melambat. Secara umum pertumbuhan harga jual dan sewa agak melambat, pasokan jauh lebih banyak. Suplai lebih banyak dari demand. Para pengembang kan di tahun 2012 itu banyak melakukan pembangunan. Nah itu kan biasanya baru beroperasi di 2014. Sementara tahun ini para investor sudah banyak membeli properti sehingga tahun depan banyak properti jadi, banyak pasokan tapi nggak diikuti permintaan,” kata Kepala Riset Cushman & Wakefield Arief Rahardjo saat konferensi pers di kantornya, Gedung BEI, Jakarta, Kamis (17/10/2013).

Advertisement

Ia menjelaskan, melambatnya sektor properti terutama akan terjadi di jenis apartemen dan kondominium, termasuk perkantoran.

“Misal strata office tahun ini pertumbuhannya 27%, nanti 2014 perkiraan hanya akan tumbuh 20%. Biasanya cenderung properti yang pakai sistem jual seperti apartemen dan kondominium akan cepet berpengaruh,” ujarnya.

Baca: Pakar dan Dishub Beda Pandangan Soal U Turn Fly Over SKA, Layak Atau Tidak? Ini Penjelasannya

Isu melemahnya ekonomi makro Indonesia dan luar negeri khususnya China dan Amerika Serikat berdampak pada pengembang properti dan konsumen. Mereka lebih memilih untuk menunggu saat yang tepat untuk mengambil keputusan terutama untuk sektor gedung perkantoran strata title, kondominium, dan perumahan.

“Tapi kemungkinan penyewa gedung-gedung perkantoran akan mendapat beberapa keringanan karena harga sewa gedung perkantoran terus meningkat rata-rata sebesar 80% selama 3 tahun terakhir,” kata dia.

Hal senada pernah disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda. Ia mengatakan, ada dua masalah fundamental dalam bisnis properti tahun depan. Pertama, 2013-2014 merupakan periode siklus properti yang sedang melambat setelah booming properti dua tahun lalu. Kedua, kondisi tersebut diperparah dengan perekonomian yang melemah baik di dalam negeri maupun global.(detik.com)

Berita Terkini

Jumat, 27 November 2020 22:19

Nasib dan Perjuangan Buruh Zaman Kolonial

#INSIGHT

Jumat, 27 November 2020 17:35

Peluncuran Buku Bonita: Hikayat Sang Raja, Syamsuar Bicara Ekosistem dan Keseimbangan

#bonita #bukubonita #peluncuranbukubonita #haidirtanjung

Jumat, 27 November 2020 16:32

Puluhan Rumah di Rohul Terendam Banjir

#banjir #rohul #banjirdirohul #banjirakhirtahun

Jumat, 27 November 2020 15:32

Warga di Bantaran Sungai di Riau Diminta Waspadai Potensi Banjir

#banjir #banjirriau #banjirakhirtahun

Jumat, 27 November 2020 15:31

DPR Didesak Masukkan RUU PKS di Prolegda 2021

#ruupks #kekerasan #seksual

Jumat, 27 November 2020 14:37

Danramil 03/Sungai Pagu, Hadiri Rakor Lintas Sektoral Penanganan Covid-19

#rakor #penanganacovid #sumbar

Jumat, 27 November 2020 14:30

Satgas Covid-19 Pertegas Pelaksanaan Pilkada 2020 Harus Sesuai Protokol Kesehatan

#pilkada2020 #covid #corona #pilkadaserentak

Jumat, 27 November 2020 14:28

Demo Papua Merdeka di Kota Sorong Ricuh

#demo #demopapua #papuamerdeka #demoricuh