Ambang Batas Parlemen 5 Persen, Perludem Nilai akan Banyak Suara Terbuang

Kamis, 28 Januari 2021 06:03
Ambang Batas Parlemen 5 Persen, Perludem Nilai akan Banyak Suara Terbuang

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengkritisi rencana DPR untuk menaikkan ambang batas parlemen menjadi 5 persen.

Undang-Undang (UU) yang direncanakan untuk direvisi adalah UU Nomor 7 Tahun 2007 tentang Pemilu. Dalam UU ini, ambang batas parlemen adalah 4 persen, yang kemudian direncanakan direvisi menjadi 5 persen.

Advertisement

Perludem kemudian mengkritisi penaikan angka ambang batas parlemen ini. Menurut mereka, angka ambang batas yang terlalu tinggi malah akan membuat suara banyak terbuang.

“Semakin banyak suara yang terbuang akan menyebabkan hasil pemilu kita tidak proporsional. Padahal sistem pemilu kita adalah sistem pemilu proporsional,” terang Direktur Perludem, Nur Agustyati, dikutip dari CNN Indonesia, Kamis 28 Januari 2021.

BACA JUGA:  Perludem Minta Kemendagri Buat Aturan Cegah Politisasi Bansos

Baca: AHY Sebut Ada yang Ingin Jatuhkan Dirinya sebagai Ketum Demokrat

Nur juga mengkritisi dasar dan DPR untuk menaikkan ambang batas parlemen. Menurut dia, tidak ada alasan yang kuat mengapa ambang batas parlemen ini untuk dinaikkan.

“Hal ini yang tidak dijelaskan kepada publik apa yang menjadi dasar penentuan angka PT ini,” tambah dia.

Ambang batas parlemen sendiri adalah suara minimal yang harus didapatkan oleh partai politik agar bisa menempatkan wakilnya di Senayan. Artinya, meskipun seorang caleg mendapatkan banyak suara, namun jika partainya tak memenuhi ambang batas parlemen, caleg tersebut tak bisa duduk di Senayan. (bpc4)

Berita Terkini

Rabu, 24 Februari 2021 22:31

Pesantren Didorong Cetak Pengusaha Kebun Sawit

“Jadi, pesantren tak hanya melahirkan para ulama tapi juga mencetak para santri entrepreneur.”

Rabu, 24 Februari 2021 21:31

Sekitar 1.000 Warga Myanmar di Malaysia Dideportasi, Dapat Kritik dari PBB dan AS

Deportasi warga Myanmar di Malaysia itu dilakukan beberapa minggu setelah kudeta

Rabu, 24 Februari 2021 20:30

Pejabat Diminta Respon Cepat Keluhan Masyarakat di ‘Riau Mendengar’

Masih ada beberapa pejabat terkait yang terkesan lambat memberikan respon.

Rabu, 24 Februari 2021 19:34

Biden dan Al-Kadhimi Capai Sepakat Atas Serangan Nuklir ke Irak

Komunikasi dilakukan melalui sambungan telepon, pada Selasa kemarin.

Rabu, 24 Februari 2021 18:32

Syamsuar Sebut Ada Keragu-raguan Kepala Daerah Terhadap Perubahan Permendagri

Dalam situasi saat ini, di mana pelaksanaan kegiatan harus betul-betul selektif.

Rabu, 24 Februari 2021 17:30

Pansel PTP Sebut 2 ASN Tak Lulus Seleksi ADM dari Pemprov dan Kota Dumai

Dua peserta yang tak lulus seleksi lantaran syaratnya kurang.

Rabu, 24 Februari 2021 16:36

Jokowi: Sekolah Tatap Muka di Mulai Juli 2021

Pemerintah menerapkan belajar di rumah atau pembelajaran jarak jauh sejak Maret 2020.

Rabu, 24 Februari 2021 16:34

Dipersidangan Terungkap, Edy Prabowo Beli 8 Sepeda Seharga Ratusan Juta Rupiah

Satu unit sepeda harganya Rp14,8 juta.

Rabu, 24 Februari 2021 15:24

Tim Pokja Protes Kerja Kepala DLHK Riau, Dianggap Cederai Komitmen Syamsuar dalam PPS

Pesan Syamsuar terkait komitmen percepatan PS saling bersinergi, komunikasi dan transparansi.