Dugaan Pelanggaran Kode Etik KPU Kuansing, DKPP: Kita Plenokan Dulu di Jakarta

Minggu, 16 Juni 2019 10:04
Dugaan Pelanggaran Kode Etik KPU Kuansing, DKPP: Kita Plenokan Dulu di Jakarta
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Alfitra Salamm mengatakan hasil sidang kode etik dengan teradu KPU Kuantan Singingi (Kuansing) akan dibahas pihaknya di Jakarta.
 
Sebelumnya, pada Jumat, 14 Juni 2019 lalu, DKPP telah menggelar sidang pelanggaran kode etik dengan teradu KPU Kuansing. Pihak pengadu adalah Hanura Riau, yang melaporkan 10 poin dugaan KPU Kuansing telah melanggar kode etik.
 
“Hasil sidang itu akan DKPP plenokan dulu di Jakarta. Hasilnya pleno itu nantinya yang menilai dan memutuskan apakah benar ada pelanggaran kode etik yang dilakukan KPU Kuansing,” kata Alfitra Salamm.
 
Alfitra tidak merincikan kapan keputusan tersebut akan keluar. Namun, dia menyebutkan kalau keputusan tersebut akan paralel dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), yakni sampai 28 Juni.
 
“Agar tak saling mendahului, DKPP ingin paralel dengan keputusan MK,” tambah dia.
 
Sebelumnya, Hanura Riau mengadukan KPU Kuansing telah melakukan pelanggaran kode etik. Salah satu yang diadukan Hanura adalah KPU Kuansing membatalkan secara sepihak Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ditetapkan dalam pleno terbuka, dan melakukan perubahan data pemilih yang dilakukan dalam pleno tertutup. 
 
Hal lainnya yang diadukan Hanura adalah KPU Kuansing tak cermat dalam melakukan pengesetan logistik pemilu, sehingga banyak TPS dan kekurangan surat suara. Kejadian ini terjadi di Desa Petai Kecamatan Singingi Hilir. Serta ada delapan dugaan pelanggaran kode etik lainnya yang dilakukan oleh KPU Kuansing yang diadukan Hanura Riau.
 
Sementara itu, Ketua KPU Kuansing, Ahdanan membantah telah melakukan pelanggaran kode etik. “Kami tidak merasa telah melakukan pelanggaran kode etik. Apa yang diadukan itu lebih banyak ke prosedural, yang tak punya alasan kuat untuk diadukan,” pungkas dia. (bpc2)

Berita Terkini

Jumat, 26 Februari 2021 06:01

Douwes Dekker, Belanda yang Cinta Indonesia, Anti-Belanda

Douwes Dekker adalah seorang Belanda, yang mengaku Jawa, yang anti-Belanda

Jumat, 26 Februari 2021 05:00

Catatan Sejarah 26 Februari: Mengenang Rahmah El Yunusiyah, Tokoh Pendidikan Perempuan Indonesia

pejuang pendidikan yang mendirikan sekolah Islam perempuan pertama di Indonesia

Kamis, 25 Februari 2021 22:31

Apresiasi Penampilan Seni dan Prestasi Masyarakat Biologi dalam Puncak Gema Karya Biologi

Penghargaan untuk segenap civitas akademika yang berprestasi.

Kamis, 25 Februari 2021 21:31

Riau Minta Iven Kepariwisataan di Daerah Disesuaikan dengan APBD

Daerah diminta mampu meminimalisir penggunaan APBD.

Kamis, 25 Februari 2021 20:31

Panduan Mudah Lapor SPT Online, Link-nya Juga Ada di Sini

WP juga wajib memiliki e-FIN yang diterbitkan oleh DJP.

Kamis, 25 Februari 2021 19:31

Rencana Jadwal Penerimaan CPNS 2021

Ini masih rencana jadwal penerimaan CPNS 2021.

Kamis, 25 Februari 2021 17:36

Pengamat: Abu Janda Harus Tetap Diproses

Abu Janda harus tetap diproses atas dasar keadilan.

Kamis, 25 Februari 2021 16:32

Lama Tak Muncul, Ngabalin Sentil SBY ‘Urusan Ecek-ecek Jangan Seret Jokowi’

“Waktu, pikiran, dan tenaga Pak Jokowi sekarang itu dipakai untuk mengurus rakyat dalam masa pandemi.”

Kamis, 25 Februari 2021 15:45

Apa Kabar Rencana Riau Mau Pinjam Duit untuk Bangun Infrastruktur?

Sampai sekarang rencana itu masih menjadi opsi.