Soal Cuplikan Pidato Said Aqil ‘Indonesia Takkan Ada Tanpa China’, PBNU Klarifikasi

Jumat, 07 Mei 2021 19:54
Soal Cuplikan Pidato Said Aqil ‘Indonesia Takkan Ada Tanpa China’, PBNU Klarifikasi

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Cuplikan pidato Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama [PBNU] Said Aqil Sirodj begitu mengejutkan. Dalam cuplikan pidato itu dia mengungkapkan, “Indonesia takkan ada tanpa kehadiran China.”

Di situ, dia juga merunut sejumlah peristiwa hingga munculnya Indonesia yang merdeka. Video itu pun viral di sosial media. “Tanpa sumpah pemuda, tak ada semangat satu nusa, satu bangsa, satu bahasa. Tanpa sumpah Palapa, tak ada Sumpah Pemuda,” kata Said.

Advertisement

“Tanpa Majapahit, tidak akan ada sumpah Palapa. Tanpa pasukan China, takkan ada Majapahit. Artinya? tanpa pasukan China, tidak ada Indonesia,” tambahnya.

Wakil Sekretaris Jendral Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masduki Baidlowi menjelaskan konteks pidato Said Aqil Siradj hanya sekedar melihat dalam konteks sejarah Indonesia.

Baca: DPPKBP3A Kampar Sosialisasi Cegah, Putus Pakai Kontrasepsi Dimasa Pandemi Covid-19

BACA JUGA:  Said Aqil Siroj Positif Corona, Mahfud MD Segera Swab

“Itu yang di-highlight oleh Kiai Said Aqil bahwa sebenarnya tentara China berperan secara langsung atau tak langsung atas berdirinya dan kejayaan kerajaan Majapahit. Gitu aja. Kerajaan Majapahit itu kan memang jadi cikal bakal tak langsung dari Indonesia ya, ” kata Masduki dikutip CNNIndonesia.com, Jumat, 7 Mei 2021.

Masduki lantas menjelaskan konteks pidato Said Aqil yakni tentang sejarah penyerangan Kubilai Khan dan bala tentaranya ke Jawa.

“Konteksnya [pidato Said] itu Kubilai Khan dan tentara China. Kan mau menyerang Singasari… Tentara Kubilai Khan datang ke kerajaan di Jatim, Singasari, minta kerajaan itu tunduk pada China,” kata Masduki.

Namun, Singasari yang kala itu dipimpin Raja Kertanegara menolak utusan Kubilai Khan. Alhasil, Kubilai pun marah dan mengirimkan pasukan besarnya ke Singasari.

“Lalu kemudian ya marahlah pasti kerajaan di China sana. Kemudian datang lah membalas lah perlakuan nggak baik dari kerajaan itu. Nah ketika datang itu Raden Wijaya sebagai pendiri dari Majapahit itu memakai taktiknya bagaimana menjatuhkan kerajaan Singasari dengan memanfaatkan tentara China yang datang. Akhirnya tentara China habisi Singasari. Kemudian berdirilah kerajaan Majapahit,” tutur Masduki.

Oleh karena itulah, sambungnya, Said pun menilai tanpa peran tentara Kubilai Khan, maka Majapahit tak akan berdiri. (bpc2)