• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Proyek Budidaya Udang Terintegrasi Rp7 Triliun Mulai Digarap

KKP membangun kawasan budidaya udang terintegrasi seluas 2.000 hektare di Sumba Timur dengan investasi Rp7 triliun dan serap 10 ribu tenaga kerja.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
16 Desember 2025
Proyek Budidaya Udang Terintegrasi Rp7 Triliun Mulai Digarap

Proyek Budidaya Udang Terintegrasi Rp7 Triliun Mulai Digarap

173
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah mengembangkan kawasan budidaya udang terintegrasi berskala besar di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Proyek strategis nasional ini memanfaatkan sekitar 2.000 hektare lahan savana tidak produktif dan menelan investasi hingga Rp7 triliun.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb. Haeru Rahayu, mengatakan proyek tersebut merupakan mega project yang akan menjadi ikon baru perikanan budidaya nasional karena mengintegrasikan seluruh rantai industri dari hulu hingga hilir.

“Kami sedang menjalankan program budidaya udang terintegrasi dari hulu sampai hilir. Ini berbeda dengan kawasan lain karena seluruh kegiatan usaha industrinya kami satukan dalam satu kawasan,” ujar Haeru dalam konferensi pers di Media Center KKP, Jakarta, Senin, 15 Desember 2025.

Kawasan budidaya udang itu berlokasi di Desa Palakahembi, Waingapu, Sumba Timur. Menurut Haeru, skala pengembangannya jauh lebih besar dibanding proyek budidaya yang pernah dilakukan KKP sebelumnya.

“Kalau budidaya nila salin di Karawang sekitar 200 hektare dan udang di Kebumen 100 hektare, maka di Sumba Timur ini luasnya mencapai 2.000 hektare. Artinya 10 hingga 20 kali lebih besar,” jelasnya.

KKP menargetkan kawasan ini mampu meningkatkan produksi udang nasional secara signifikan. Dari lahan savana yang selama ini tidak produktif, kawasan tersebut diproyeksikan menghasilkan hingga 75 ribu ton udang per tahun.

Selain mendongkrak produksi, proyek ini juga diharapkan memperkuat daya saing dan posisi tawar Indonesia di sektor perikanan budidaya global. “Ini bukan sekadar pusat produksi, tapi juga bukti bahwa Indonesia serius membangun industri perikanan budidaya secara besar dan terintegrasi,” tegas Haeru.

Menanggapi isu lingkungan, Haeru memastikan proyek tersebut tidak merusak ekosistem mangrove. Ia menegaskan lahan yang digunakan merupakan savana kering yang sudah lama tidak dimanfaatkan.

“Tidak ada mangrove yang dibabat. Lahan ini savana tidak produktif seluas lebih dari 3.000 hektare. Silakan datang dan lihat langsung,” katanya.

Proyek budidaya udang terintegrasi di Sumba Timur juga diproyeksikan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, terutama dari masyarakat lokal. KKP menargetkan hingga 10 ribu tenaga kerja akan direkrut dan dilatih secara bertahap.

“Tenaga kerjanya akan kami siapkan dari anak-anak lokal. Jumlahnya bisa mencapai 10 ribu orang,” ungkap Haeru.

Kawasan tersebut akan dilengkapi berbagai industri pendukung, mulai dari hatchery, pabrik pakan, hingga fasilitas hilir seperti pabrik es dan cold storage. Seluruh fasilitas itu dirancang dalam satu kawasan industri terintegrasi.

“Inilah konsep kawasan budidaya udang terintegrasi yang sedang kami bangun di Sumba Timur,” pungkasnya.***

Tags: budidayaindustriperikanan
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Pasokan Gas Industri Manufaktur Tersendat, PHK Mengintai
Berita Pilihan

Pasokan Gas Industri Manufaktur Tersendat, PHK Mengintai

...

Read moreDetails
Per Oktober 2026, Produk AMDK Wajib SNI

Per Oktober 2026, Produk AMDK Wajib SNI

Industri yang Bergantung dengan Bahan Baku Impor Semakin Terjepit Beban Ganda

Industri yang Bergantung dengan Bahan Baku Impor Semakin Terjepit Beban Ganda

Pasar Gim Indonesia Terbesar di Asia Tenggara, tapi Pengembang Lokal Masih Tertinggal

Pasar Gim Indonesia Terbesar di Asia Tenggara, tapi Pengembang Lokal Masih Tertinggal

Industri Peminjaman dan Penjaminan Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Nasional

Industri Peminjaman dan Penjaminan Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Nasional

Menaker Yassierli: Perusahaan dan Pekerja Mitra Strategis untuk Tumbuh Bersama

Menaker Yassierli: Perusahaan dan Pekerja Mitra Strategis untuk Tumbuh Bersama

Next Post
Pemerintah Fokus Hilirisasi Perkebunan dan Peternakan Mulai 2026

Pemerintah Fokus Hilirisasi Perkebunan dan Peternakan Mulai 2026

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.