BERTUAHPOS.COM — Pasar gim Indonesia mencatatkan nilai luar biasa pada 2025, mencapai US$2 miliar atau setara Rp33,6 triliun dengan jumlah pemain yang menembus 154 juta orang.
Menurut Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), capaian ini menempatkan Indonesia sebagai pasar gim terbesar di Asia Tenggara sekaligus peringkat ke-15 di dunia.
Namun di balik besarnya angka tersebut, pasar gim Indonesia menyimpan ironi yang belum terpecahkan. Pangsa pasar pengembang gim lokal di dalam negeri masih sangat minim, sehingga sebagian besar manfaat ekonomi justru mengalir keluar negeri ke tangan pengembang asing.
Industri gim tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi secara langsung, tetapi juga menjadi lokomotif pertumbuhan ekosistem digital yang lebih luas. E-sport, content creator, platform streaming, event organizer, hingga industri hiburan dan teknologi pendukung semuanya ikut tumbuh seiring berkembangnya pasar gim Indonesia.
Potensi ini juga terlihat dari proyeksi industri e-sport secara global yang diperkirakan melonjak dari US$3,2 miliar pada 2025 menjadi US$25 miliar pada 2035. Indonesia, sebagai salah satu basis pemain terbesar di dunia, berpeluang besar mengambil bagian signifikan dari pertumbuhan tersebut.
Pemerintah Indonesia sebenarnya telah memperkuat dukungan terhadap pasar gim Indonesia melalui Perpres No. 19 Tahun 2024, program pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan regulasi kompetensi dan klasifikasi gim.
Namun hingga kini, belum tersedia insentif fiskal maupun kebijakan pendanaan khusus yang secara langsung mendorong penguatan industri gim nasional.
Sejumlah tantangan struktural masih menghadang pertumbuhan pasar gim Indonesia dari dalam. Keterbatasan pendanaan, tingginya biaya produksi, rendahnya tingkat monetisasi, terbatasnya SDM yang terspesialisasi di bidang gim, serta maraknya pembajakan menjadi hambatan yang belum sepenuhnya teratasi.
Potensi ekonomi yang bisa dilepaskan dari pasar gim Indonesia sesungguhnya sangat besar jika tantangan tersebut berhasil diatasi. Pengembangan industri gim diproyeksikan mampu meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar Rp35,07 hingga Rp71,04 triliun.
Dari sisi tenaga kerja, dampaknya pun tidak kalah signifikan. Industri gim berpotensi menciptakan 29.400 hingga 69.100 tenaga kerja langsung dan hingga 1,03 juta tenaga kerja tidak langsung di berbagai sektor pendukung.
Pertumbuhan ekosistem digital juga membuka peluang bagi generasi muda untuk berkarier di industri kreatif berbasis teknologi. Dari pengembang gim, desainer karakter, hingga atlet e-sport profesional, lapangan kerja baru terus bermunculan seiring ekspansi industri ini.
Dengan skala pasar gim Indonesia yang sudah berada di level dunia, tantangan kini ada pada kebijakan dan ekosistem pendukung yang harus segera diperkuat. Tanpa insentif fiskal yang jelas dan ekosistem yang kondusif, Indonesia berisiko terus menjadi pasar konsumen raksasa tanpa mampu menjadi produsen gim yang diperhitungkan di tingkat global.









