• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pernah Terjadi di Palu, Apa Itu Likuifaksi?

Romi J. by Romi J.
28 September 2020
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – BNPB menyebutkan kejadian gempa di Palu pada 28 September 2018 lalu adalah proses geologi yang sangat mengerikan. Permukaan tanah ambles sehingga menyebabkan banyak rumah dan bangunan yang hancur.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat itu, Sutopo Purwo Nugroho dalam akun twitternya menuliskan banyak perumahan di Kota Palu yang hancur akibat terangkat dan dan ambles ke dalam tanah. Kemungkinan banyak korban yang terjebak dalam bangunan yang ambles tersebut.

“Detik-detik saat rumah-rumah bergerak dan roboh disebabkan proses likuifaksi dan amblesan akibat gempa 7,4 SR di Kota Palu. Permukaan tanah bergerak dan ambles sehingga semua bangunan hancur. Proses geologi yang sangat mengerikan. Diperkirakan korban terjebak di daerah ini,” kata Sutopo, yang juga memperlihatkan video kondisi rumah yang ambles ke dalam tanah.

Di unggahan yang lain, Sutopo menerangkan bahwa gempa dengan skala pemutakhiran 7,4 Skala Richter (SR) yang terjadi di Kota Palu dan Pesisir Donggal telah menyebabkan fenomena likuifaksi.

“Munculnya lumpur dari permukaan tanah yang menyebabkan amblasnya bangunan dan pohon di Kabupaten Sigi dekat perbatasan Palu akibat gempa 7,4 SR adalah fenomena likuifaksi (liquefaction)  Likuifaksi adalah tanah berubah menjadi lumpur seperti cairan dan kehilangan kekuatan,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, pada Jumat, 28 September 2018 lalu, pada pukul 17.02 WIB, terjadi gempa dengan kekuatan 7,4 SR di Kota Palu dan pesisir Donggala, Sulawesi Tengah. Gempa ini juga menyebabkan tsunami. (bpc4)

Tags: donggalaGempa palulikuifaksi
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita

Catatan Sejarah 28 September: Gempa, Tsunami, dan Likuefaksi Palu

...

Read moreDetails

18 Agustus 2012, Gempa Kuat 6,2 Magnitudo Guncang Sulteng, Ribuan Rumah Rusak

Next Post
harga tanaman hias janda bolong

Pakar Sebut Meroketnya Harga Janda Bolong Semata-mata ‘Permainan Harga’

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.