Ledakan Beirut, Kapal Perang Indonesia KRI Sultan Hasanuddin Selamat

Rabu, 05 Agustus 2020 10:51
Ledakan Beirut, Kapal Perang Indonesia KRI Sultan Hasanuddin Selamat
Kapal Perang Indonesia KRI Sultan Hasanuddin. (Foto: net)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Thohari mengatakan kapal perang KRI Sultan Hasanuddin selamat dari ledakan di Pelabuhan Beirut.

KRI Sultan Hasanuddin adalah kapal perang Indonesia yang tergabung dalam pasukan keamanan PBB untuk Lebanon (Unifil). KRI Sultan Hasanuddin tergabung dalam Maritime Task Force (MTF) Unifil.

Advertisement

Untungnya, saat ledakan terjadi, KRI Sultan Hasanuddin sedang berlayar ke Mersin, Turki, sehingga terhindari dari ledakan.

Perempuan WNI Jadi Korban

Baca: Sekda DKI Saefullah Meninggal Dunia, Positif COVID-19

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah menyebutkan ada satu orang perempuan WNI yang ikut menjadi korban ledakan Beirut.

Untungnya, perempuan WNI dengan inisial NNE ini selamat dari ledakan, dan mengalami luka-luka. NNE sudah mendapatkan pertolongan rumah sakit, dan kini kondisinya sudah stabil.

“Staff KBRI sudah berkomunikasi dengan NNE. Kondisinya sehat dan stabil. Kini NNE sudah kembali ke apartemennya,” jelas Faizasyah, bertuahpos.com kutip dari bbc.com.

Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Thohari menjelaskan NNE bekerja di kawasan Jal El Dib. Lokasi ini terletak delapan kilometer dari ledakan.

Di Lebanon sendiri, tercatat ada 1.447 WNI. 1,234 diantaranya adalah pasukan Garuda di Unifil, dan 213 lainnya adalah keluarga pasukan Garuda dan keluarga besar KBRI Beirut.

Ledakan Dahsyat Beirut

Ledakan dahsyat terjadi di ibukota Lebanon, Beirut Selasa 4 Agustus 2020 sore waktu setempat. Ledakan ini terjadi di gudang penyimpanan pelabuhan Beirut, sehingga bisa merusak kapal yang ada di pelabuhan.

Dalam video yang ditampilkan New York Times, tampak efek ledakan begitu dahsyat. Ledakan membentuk awan api besar, diikuti awan asap tebal dan tinggi.

Hingga saat ini, korban yang terkonfirmasi sudah berjumlah 78 orang. Sementara, 4,000 lebih terluka.

Dugaan sementara, ledakan dahsyat ini berasal dari 2,750 ton amonion nitrat, yang tersimpan selama 6 tahun.

Presiden Lebanon, Michel Aoun mengumumkan kondisi darurat selama dua minggu. Dia juga mengatakan Lebanon berduka nasional selama tiga hari.

Aoun juga bertekad akan menginvestigasi penyebab ledakan. Pihak-pihak yang bertanggung jawab atas ledakan ini akan dihukum secara maksimal. (bpc4)