• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Revisi PP Gambut Hanya Akal-Akalan Perusahaan Saja

Tim Redaksi by Tim Redaksi
31 Maret 2015
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Ketua Pansus HTI yang dibentuk oleh DPRD Riau Suhardiman Amby meminta pihak RAPP untuk sementara ini tidak macam-macam, terkait dugaan dari Scaleup bahwa perusahaan perusahaan bubur kertas ini sengaja memunculkan desakan untuk merevisi PP 71 tahun 2014 tentang gambut.

“Itu akal-akalan mereka saja. Jangan macam-macam dulu lah,” ujarnya, Selasa (31/03/2015).

Menurut Suhardiman, hari ini tim pansus sudah memanggil pihak RAPP untuk hadir ke gedung dewan untuk membahas persoalan pengelolaan lahan di areal gambut. “Tapi Dirutnya tak datang. Kita suruh pulang saja,” sambungnya.

Dia meminta agar pemerintah tidak terpengaruh dengan masukan-masukan sejumlah perusahaan untuk merevisi PP tersebut. Suhardiman setuju untuk sementara ini PP tersebut dijalankan saja. Dia khawatir bahwa kerusakan ekologi dilahan gambut akan lebih besar jika perbincangan soal revisi PP gambut ini terus dibahas.

“Untuk sementara menurut saya jangan direvisi dulu. Jikapun memungkinkan untuk direvisi harus ada kajian lebih lanjut dari pakar. Masukan-masukan itu nanti akan menjadi pertimbangan dari pemerintah. Bukan desakan dari perusahaan,” sambungnya.

Sementara itu Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia Nana Suparna menyebutkan pemerintah dan akademisi masih mencampuradukkan kedua persoalan ini.”Maka debatnya tidak jelas sampai sekarang,” ujarnya kepada awak midia usai menyampaikan materi dalam diskusi peraturan gambut di hotel Grand Elite belum lama ini.

Menurut Nana, PP nonor 71 ini bisa diterapkan diterapkan pada area gambut yang belum dibuka. Kalau ditinjau dari sisi lingkungan pasti lebih baik. Dia sepakan wilayah gambut yang belum dibuka ini untuk dipertahankan kekayaan alamnya.

Jika peraturan ini diberlakukan secara menyeluruh, maka wajar pengusaha sawit dan HTI berteriak. Karena pada debit air 0,4 meter itu belum ada tanaman yang cocok dan bisa tumbuh. Nana menilai, ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan pemerintah untuk merevisi PP tersebut.

Harusnya kebijakan pemerintah mengarah pada perbaikan sistem yang menyesuaikan. Rekomendasi lakukan supaya lahan produktif dan pekerjaan bagus. Sehingga produksi nambah. “Harus ada solusi bukan menghentikan produksi perusahaan. Negara asing ada kepentingan agar ekonomi kehutanan kita tidak berkembang,” tambahnya.

Corporate Comunivations Manager PT RAPP Djarot Handoko saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa tuduhan itu sama sekali tidak beralasan. Dia menjelaskan bahwa kepentingan merevisi PP 71 tentang pengelolaan gambut tersebut adalah hak pemerintah.

“Sama sekali bukan kewenangan perusahaan. Itu kewenangan pemangku kepentingan. Yakni pihak pemerintah atau regulator.” katanya. (melba)

Tags: Berita Pelalawanpt rappRAPP
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

RAPP dan Masyarakat Perkuat Kebersamaan melalui Founders Day 2026
Berita

RAPP dan Masyarakat Perkuat Kebersamaan melalui Founders Day 2026

...

Read moreDetails
Kegiatan imunisasi dan pengukuran tumbuh kembang anak pada rangkaian kegiatan pra event Founders Day 2026.

RAPP Gelar Rangkaian Kegiatan Berbagi bagi Masyarakat di Founders Day 2026

Medy, Ketua Kelompok Tani Tanjung Pulai menggemburkan lahan sawah menggunakan hand tractor bantuan CD RAPP.

Asa Kelompok Tani Tanjung Pulai Sejahtera Mandiri Lewat Budidaya Padi di Pelalawan

Pengukuran lingkar kepala oleh kader posyandu didampingi tim CD RAPP untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan pada anak.

RAPP Perkuat Kapasitas Kader di 320 Posyandu, Dukung Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau

31 Tahun Kopkar RAPP, Bertumbuh dengan Memperkuat Manfaat bagi Anggota

31 Tahun Kopkar RAPP, Bertumbuh dengan Memperkuat Manfaat bagi Anggota

KDD Riau Kompleks Kumpulkan 1.083 Kantong Darah, Perkuat Kepedulian Kemanusiaan Lewat Donor Darah

KDD Riau Kompleks Kumpulkan 1.083 Kantong Darah, Perkuat Kepedulian Kemanusiaan Lewat Donor Darah

Next Post

Sandi Ajak Pemuda Inhil Kawal Musda KNPI

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.