Soal Penerbitan PP Royalti Hak Cipta, Anang Hermansyah: Implementasinya Perlu Disegerakan

Rabu, 07 April 2021 21:30
Soal Penerbitan PP Royalti Hak Cipta, Anang Hermansyah: Implementasinya Perlu Disegerakan
Anang Hermansyah

BERTUAHPOS.COM — Musisi Anang Hermansyah mengatakan perlu dilakukan percepatan pelaksanaan PP No. 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan atau Musik.

Dia mengungkapkan bahwa PP yang menjadi turunan turunan dari UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta itu tentu saja angin segar bagi industri musik di Tanah Air.

Advertisement

Menurut anggota DPR RI periode 2014-2019 itu, yang terpenting saat ini perlu adanya pengawasan pelaksanaan amanat PP No. 56 Tahun 2021.

Dia memperkirakan, jika pelaksanaan PP No. 56/2021 berjalan sesuai dengan rencana akan memberi dampak konkret terhadap pendapatan royalti di Indonesia. 

Baca: Cinta Laura Bicara New Normal : Semua Akan Baik-baik Saja

BACA JUGA:  Pemerintah Atur Toyalti Karaoke, Bioskop, Restoran, Kafe, dan Tempat Hiburan Malam

Hanya saja, Anang menyebutkan untuk mencapai titik ideal dalam pendistribusian royalti, banyak langkah yang harus disiapkan. 

Salah satunya keberadaan Pusat Data Lagu, sebagaimana tertuang dalam Bab II di Pasal 4 – 7 PP No. 56 Tahun 2021.

“Pusat data lagu ini tak lain adalah big data yang memiliki posisi penting karena dengan data ini output-nya persoalan royalti menjadi lebih transparan, akuntabel, dan ekosistem musik menjadi lebih sehat,” ujar Anang.

Selain itu, dia melanjutkan, keberadaan Sistem Informasi Lagu dan atau Musik (SILM) juga memiliki peran yang tak kalah penting dalam hal pendistribusian royalti lagu dan musik. 

“SILM memiliki posisi penting karena memuat laporan penggunaan lagu atau musik yang menjadi dasar pendistribusian royalti,” katanya dikutip dari Republika.co.id.

Dalam Pasal 22 PP No. 56 Tahun 2021 disebutkan keberadaan Pusat Data Lagu dan SILM maksimal dua tahun sejak pemberlakuan, menurut Anang sebaiknya realisasi dua lembaga tersebut dapat dipercepat. 

Karena faktanya, data-data telah tersedia di Lembaga Manajemen Kolektif (LMK). Data tersebut tinggal disinkronkan melalui LMKN untuk diolah oleh Pusat Data Lagu.

Di bagian lain, Anang juga menyebutkan peran pemerintah daerah (Pemda) tak kalah penting dalam implementasi peraturan itu. 

Menurut dia, keberadaan restoran, cafe, hotel, mal, dan tempat hiburan yang berada di daerah memiliki keterhubungan erat dengan royalti lagu atau musik. (bpc2)

Berita Terkini

Kamis, 22 April 2021 16:16

Pemprov Riau Perlu Simak Penjelasan Sri Mulyani: APBD Jangan Disimpan di Bank Saja!

Pusat desak daerah agar gesa realisasi anggaran

Kamis, 22 April 2021 15:46

Yang Minat, Pendaftaran 3 Calon Direksi BRK Sudah Dibuka

Proses Pengisian Kekosongan Jabatan BRK di Gesa

Kamis, 22 April 2021 15:01

Jadwal Berbuka Puasa Hari Ke-10 untuk Wilayah Pekanbaru Versi Muhammadiyah

Berbuka puasa Pekanbaru

Kamis, 22 April 2021 14:29

Kata Satgas, Pengetatan Mudik Dilakukan Mulai Hari Ini

Arus Mudik Lebaran

Kamis, 22 April 2021 13:58

Kapolsek Hulu Kuantan Berbagi di Bulan Berkah

Agenda Ramadhan

Kamis, 22 April 2021 13:33

Kemdikbud: Kamus Sejarah Indonesia Jilid I Disusun Sebelum Menteri Nadiem

Kamus Sejarah Indonesia

Kamis, 22 April 2021 13:31

KAJIAN RAMADHAN: 3 Problematika Hidup yang Perlu Disikapi dengan Bijak

Atasi Problematika Hidup dengan Bijaksana

Kamis, 22 April 2021 13:23

Konversi BRK ke Syariah, Ma’ruf Amin: Saya Akan Bicara dengan OJK 

Konversi Bank Riau Kepri

Kamis, 22 April 2021 11:54

Imbas Corona Masih Ada, Berikut Realisasi Penerimaan Pajak di Riau TW I-2021

Realisasi Pajak di Riau