Situs Berita Malaysiakini Didenda Rp1,7 Miliar Akibat Komentar Netizen

Jumat, 19 Februari 2021 19:36
Situs Berita Malaysiakini Didenda Rp1,7 Miliar Akibat Komentar Netizen

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Situs berita Malaysiakini didenda sebesar RM500 ribu atau sekitar Rp1,7 miliar, yang dipicu komentar-komentar pembaca mengkritik pemerintah Malaysia.

Putusan ini secara resmi dibacakan dalam persidangan pada Jumat, 19 Februari 2021 oleh enam hakim Pengadilan Federal dan hanya satu hakim yang berbeda pendapat. 

Advertisement

Mereka memutuskan situs berita Malaysiakini bertanggung jawab penuh terhadap muatan yang dipublikasikan di dalamnya, termasuk komentar pembaca.

Menurut laporan Reuters, hakim memutuskan Pemimpin Redaksi Malaysiakini Steven Gan, tidak bersalah dalam kasus itu.

Baca: Hari Raya, Singapura Tutup Semua Masjid

Malaysiakini sebagai pihak tergugat tidak mungkin mengajukan banding atas putusan itu lantaran kasus itu disidangkan di hadapan pengadilan tertinggi.

Situs Malaysiakini dan Steven Gan dituduh menghina pengadilan dalam kasus yang diadukan Jaksa Agung tahun lalu.

Kasus tersebut terkait lima komentar pembaca yang diunggah di bawah artikel yang mengkritik lembaga peradilan. Komentar-komentar para pembaca itu dianggap berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.

Malaysiakini dan Gan tidak dimintai pertanggungjawaban atas komentar pembaca di portalnya yang menyinggung peradilan. Sebab sesaat setelah dihubungi polisi, mereka menghapus komentar itu.

Pada Januari lalu, Gan mengatakan jurnalis Negeri Jiran tidak boleh menyerah menghadapi apa yang dia sebut sebagai “pelecehan” oleh pemerintahan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

Dia mengatakan selama dua dasawarsa mendirikan Malaysiakini, para jurnalisnya disebut pengkhianat, diserang di dunia maya, dikeluarkan dari konferensi pers, ditangkap, dan digerebek oleh polisi.

Dalam kasus yang lebih luas, hal tersebut memicu keprihatinan terkait kebebasan pers di kawasan Asia Tenggara.

Di sisi lain, Malaysia justru mengalami peningkatan dalam indeks Kebebasan Pers Dunia yang disusun oleh lembaga Jurnalis Tanpa Batas (RSF) dalam beberapa tahun terakhir. 

Namun, kelompok hak asasi manusia mengatakan kebebasan berbicara dan kebebasan pers menghadapi tekanan baru. 

Hal itu terjadi setelah adanya perubahan tak terduga di era kepemimpinan Muhyiddin sejak Maret tahun lalu. Pemerintah Malaysia juga membantah menekan kebebasan pers. (bpc2)

Berita Terkini

Sabtu, 27 Februari 2021 20:35

Sindiran Movic untuk Pemain Muda

Menurut Zlatan Ibrahimovic pemain muda lebih cepat terkenal dari pada masa dia muda dulu.

Sabtu, 27 Februari 2021 19:30

Situasi di Myanmar Semakin Memburuk, Jurnalis Ditangkap, Warga Ditembak

Situasi di Myanmar semakin memburuk.

Sabtu, 27 Februari 2021 18:32

Maucash dan Restock Targetkan Penyaluran Rp500 Miliar untuk UMKM

pinjaman produktif untuk membantu perkembangan UMKM di Indonesia

Sabtu, 27 Februari 2021 16:30

5 Fitur Baru Telegram Versi 7.5

Dalam update terbarunya versi 7.5, Telegram menambahkan beberapa fitur baru.

Sabtu, 27 Februari 2021 15:36

Pemain Belakang Barca Dituding Pakai Identitas Kewarganegaraan Palsu

Byron Castillo, dicurigai pakai kewarganegaraan palsu.

Sabtu, 27 Februari 2021 14:31

Buntut Kasus Pembunuhan Khashoggi, Inggris didesak ‘Stop Jual Senjata ke Saudi’

Inggris dan sekutu utamanya harus bergabung dengan AS dalam menjatuhkan sanksi pada bin Salman.

Sabtu, 27 Februari 2021 14:01

Cantik-Cantik Ditangkap Polisi, Remaja Ini Diciduk Saat Edarkan Ekstasi

Dua remaja putri dengan inisial AY (15) dan IG (17), salah satunya masih berstatus pelajar

Sabtu, 27 Februari 2021 13:37

Minuman Segar dengan Nama Unik dari Riau, Laksamana Mengamuk

Berbahan dasar buah mangga kuini, santan, serta gula, minuman es Laksamana Mengamuk sangat memanjakan dahaga

Sabtu, 27 Februari 2021 12:51

Ini Jenis ATM BNI yang Akan Diblokir Per Mei 2021

Penggantian kartu debit berbasis strip magnetik menjadi cip sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia

Sabtu, 27 Februari 2021 12:30

Dipecat dari Demokrat, Darmizal: Inilah Wajah SBY Sebenarnya, Anti Kritik, Tak Demokratis

Darmizal dipecat bersama dengan lima politisi senior Demokrat lainnya.