Korsel Bukan Negara dengan Tingkat Operasi Plastik Tertinggi, Ini Faktanya

Rabu, 30 September 2020 15:32
Korsel Bukan Negara dengan Tingkat Operasi Plastik Tertinggi, Ini Faktanya

BERTUAHPOS.COM — Persepsi bahwa orang-orang di Negara Korea Selatan banyak melakukan operasi plastik, sudah dikenal di banyak negara.

Penampilan tubuh dan wajah orang-orang di Korsel memang sangat jauh berbeda jika dibandingkan penampilan orang-orang satu rasnya di belahan negara lain.

Advertisement

Menurut International Society of Aesthetic Plastic Surgery (ISAPSI), Korsel justru tidak masuk lima top rank negara tertinggi melakukan operasi plastik.

Operasi plastik ini bukan hal baru. Pada tahun 1837, Gaspere Tagliacozzi seorang fisikawan Italia merupakan orang pertama yang melakukan operasi plastik.

Baca: Korut Luncurkan Rudal Lagi

Fisikawan ini mengkonstruksi hidung pasien yang mengalami kerusakan dengan menggunakan teknik India kuno. Dalam survey yang dilakukan ISAPSI pada tahun 2019 Terdapat hal mengejutkan. 

Korea Selatan yang selalu di imingi-imingi Negara yang paling banyak melakukan operasi plastik ternyata tidak termasuk ke dalam daftar temuan ISAPSI.

Meksiko

Meksiko sudah menjadi destinasi popular pelaku operasi plastik (Oplas) sejak 10 tahun belakangan. Selain Oplas mereka juka banyak melakukan prosedur non-surgical seperti filler dan botoks.

Usia pasien yang melakukan oplas berkisar 20 hingga 35 tahun. Kebanyakan mereka berasal dari Amerika Selatan.

Data statistik tahun 2019 lalu, tercatat 518 ribu prosedur dan total prosedur non surgical 525 ribu. Artinya, berkisar 4,5% dari total prosedur operasi plastik dilakukan di Meksiko.

Jerman

Prosedur implant payudara dihargai mulai dari 7.200 dolar AS atau Rp 106 juta, dan facelift seharga 3.200 dolar AS atau Rp 47,4 juta. 

Dengan tenaga medis profesional yang handal, jerman termasuk salah satu Negara Eropa yang menjuarai operasi plastik. 

Meskipun biaya Oplas bisa dibilang murah, namun Jerman mampu mengelola Oplas sebagai salah satu destinasi wisata health tourism yang cukup popular.

India

Dilansir dari Times of India, pada 2019 sebanyak 390 ribu prosedur Oplas dan 505 ribu prosedur non-surgical Oplas dilakukan.  

Kebanyakan yang melakukan oplas di Negara berkembang ini berasal dari Amerika, Uni Emirat Arab, dan Inggris.

Indian Association of Aesthetic Plastic Surgeon mengungkapkan bahwa prosedur Oplas meningkat di kalangan masyarakat yang berusia 35 tahun ke atas. 

Mereka melakukan sejumlah prosedur seperti tanam rambut, sedot lemak  atau konstruksi hidung.

Brazil

Dibandingkan Negara lainnya, brazil merupakan tujuan utama pelaku Oplas karena biaya yang ditawarkan cukup terjangkau. 

Seperti pemasangan implant hanya dikenakan biaya 1.800 dolar AS atau Rp 26,6 juta. Sudah jelas lebih terjangkau daripada Thailand yang mematok harga Rp 38,5 juta untuk satu pemasangan implant payudara.

Pada 2019 lalu brazil menyumbang sebanyak 1,4 juta prosedur Oplas atau sekitar 9,7 % dari total prosedur Oplas di seluruh dunia.

Amerika Serikat

Dari dulu hingga saat ini, Amerika Serikat masih menjadi salah satu favorit untuk melakukan Oplas. 

Beberapa prosedur yang banyak dilakukan adalah pengencangan kulit di area perut, implant payudara, sedot lemak dan konstruksi hidung.

Berdasarkan data yang diperoleh American Society of Plastic Surgeons (ASPS), 2017 lalu sekitar 1,8 juta prosedur Oplas dilakukan di Negara Paman Sam ini.

Meski begitu ternyata Oplas tidak hanya diminati oleh kaum hawa saja. Pria pun tak kalah berminat dengan Oplas ini. 

Mereka rata-rata  melakukan operasi lipatan mata, tanam rambut, sedot lemak dan memperbaiki bentuk hidung. Nah, dari daftar jumlah negara tersebut, Korsel justru tidak masuk dalam lima top rank negara terbanyak melakukan Oplas. (mg1)