Korea Utara Sebut Korsel “Anjing Kampung”

Jumat, 19 Juni 2020 15:38
Korea Utara Sebut Korsel “Anjing Kampung”

BERTUAHPOS.COM – Media pemerintah Korea Utara menuding Korea Selatan dengan sistemis melanggar dan menghancurkan kesepakatan yang dicapai pada 2018, termasuk Deklarasi Panmunjom.

Artikel itu memajang foto Menteri Pertahanan Korsel dengan foto “anjing kampung galak” yang “menyombong dan menggertak, menakuti rekan dialognya. Tindakan Korut ini memicu atmosfer yang konfrontasional.”

Artikel ditutup dengan sebuah peringatan bahwa ledakan kantor pada Selasa, 16 Juni 2020 itu bisa saja “awal dari kehancuran total terhadap hubungan Korut-Korsel.”

BBC Indonesia menuliskan, lewat sebuah artikel yang dimuat di media pemerintah, Korut menuding Korsel melanggar persetujuan yang dicapai keduanya pada 2018 dan menyebut Korsel sebagai “anjing kampung.”

Baca: Kok Bisa, Trump Masuk Nominasi Nobel Perdamaian 2021?

BACA JUGA:  Warga Korut dalam Ancaman Kelaparan, Kim Jong-Un Sempat Salahkan Topan dan Banjir Bandang

Sementara itu, adik Kim Jong-un, Kim Yo-jong menyebut presiden Korsel Moon Jae-in “menggantungkan lehernya di lubang tali yang dibuat oleh pendukung kegagalan Amerika Serikat.”

Meskipun Korsel mengatakan masih bersedia berunding, Korsel telah mengecam peledakan itu sebagai aksi Korut yang tidak masuk akal dan merusak.

Ketegangan antara Korut dan Korsel meningkat drastis dalam beberapa minggu terakhir, yang sebagian disebabkan oleh penyeberang asal Korut di Korsel yang mengirimkan propaganda lewat perbatasan.

Kantor Presiden Korsel Moon Jae-in mengatakan bahwa aksi Korut tersebut tidak masuk akal. Dia juga memperingatkan bahwa Seoul tidak akan lagi menerima perilaku Korea Utara yang tidak berdasar.

Meski kantor penghubungnya diledakkan, Korsel mengatakan masih berharap kesepakatan yang dicapai pada 2018 di Pyongyang bisa dihormati.

BACA JUGA:  Korsel Kembali Temukan Kasus Baru Flu Burung, Diduga Lewat Itik

“Sikap mendasar kami adalah kesepakatan militer 19 September harus dipatuhi dengan benar untuk menegakkan perdamaian di Semenanjung Korea dan mencegah bentrok yang tidak disengaja,” kata menteri pertahanan Korsel.

Walaupun demikian, ia memperingatkan bahwa setiap aksi militer oleh Korut akan dimonitor dari dekat, dan ia akan “merespon kuat” setiap provokasi militer. (bpc3)

Berita Terkini

Minggu, 01 Agustus 2021 20:08

10 Ciri – Ciri Pinjol Ilegal Versi OJK

Ciri – ciri Pinjol Ilegal

Minggu, 01 Agustus 2021 19:32

BMKG: Potensi Hujan Merata di Riau Malam Ini

Cuaca Riau

Minggu, 01 Agustus 2021 16:30

Varian Delta Sebabkan Kasus Corona Dunia Naik Hingga 80%

Covid-19 Dunia

Minggu, 01 Agustus 2021 15:05

Karhutla di Dumai dan Kuala Cenaku Masih Belum Padam

Karhutla Riau

Minggu, 01 Agustus 2021 14:39

Ginting: Saya Tak Punya Waktu Memikirkan Kekalahan Ini

Olimpiade 2020

Minggu, 01 Agustus 2021 13:31

Saat Amerika dan Aceh Berperang

Aceh

Minggu, 01 Agustus 2021 13:18

Polisi Sebut Sudah Terima Laporan Terkait Kasus  BRI Life

BRI Life