Israel Laporkan Telah Makamkan 45 Jenazah Korban Ziarah

Minggu, 02 Mei 2021 13:30
Israel Laporkan Telah Makamkan 45 Jenazah Korban Ziarah
Aksi demonstrasi warga Israel – Foto: Ilustrasi / Reuters.

BERTUAHPOS.COM Israel melaporkan telah menguburkan 45 korban tewas akibat insiden kerumunan massal di situs ziarah Yahudi di di Gunung Meron pada, Jumat 30 April 2021. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu berjanji akan menyelidiki insiden yang dianggap sebagai yang terburuk di negara tersebut.

AFP melaporkan, disebutkan bahwa kejadian terjadi pada malam hari setelah para peziarah memadati Gunung Meron yang di dalamnya terdapat situs makam terkenal, Rabbi Shimon Bar Yochai, orang bijak Talamud yang hadir di abad kedua.

Advertisement

Masyarakat memadati Gunung Meron karena saat ini sebagian besar orang Yahudi Ultra-Ortodoks atau Haredim sedang menikmati hari libur Lag BaOmer.

Kementerian kesehatan menyebutkan korban tewas sebanyak 45 orang. Sedangkan wakil dari Badan penyelamat Magen David Adom mengungkapkan sedikitnya ada sekitar 150 orang terluka akibat insiden tersebut. “Banyak warga As yang masuk di antara korban,” ucap seorang juru bicara dari Departemen Luar Negeri, dikutip CNNIndonesia.com.

Baca: Helikopter Medis Jatuh di Oklahoma Timur

BACA JUGA:  Delapan Jet Tempur Zionis Israel Rusak Terendam Banjir

Pemakaman digelar di Yerusalem dan Kota Bnei Brak yang sebagian besar dihuni kaum Ultra-Ortodoks di mana para pria menggunakan mantel tradisional berwarna hitam panjang dan berbaris di jalan untuk menyampaikan duka. Pemakaman itu dilakukan atas keinginan keluarga korban yang ingin menguburkan keluarga mereka sebelum libur Shabbat.

Shalom Levy, salah seorang yang menghadiri pemakaman menyebut kejadian itu adalah tragedi bagi orang-orang Yahudi. Sementara itu, ayah dari Elazar Goldberg (38) yang menjadi salah satu korban meminta Tuhan untuk melindungi anak-anaknya saat putranya dimakamkan di Yerusalem.

Ziarah itu merupakan pertemuan publik terbesar di Israel sejak pandemi Covid-19 terjadi tahun lalu. Sebelumya, pejabat setempat hanya mengizinkan 10 ribu orang untuk hadir dalam ziarah. Mereka juga telah memberikan peringatan untuk tidak melakukan kerumunan yang berlebih yang dapat memicu penyebaran virus Corona di negara tersebut.

Namun, media Israel mengatakan ada sekitar 90 ribu masa yang datang ke situs bersejarah tersebut meskipun angka tersebut belum bisa dikonfirmasi secara resmi. Beberapa saksi mata mengatakan sejumlah orang saling menginjak saat mereka melalui lorong sempit di situs ziarah tersebut yang membuat banyak korban.

“Yang terjadi di sini sangat memilukan. Ada orang yang tertindih hingga meninggal, termasuk anak-anak,” Netanyahu usai berkunjung ke lokasi ziarah.

“Bencana Gunung Meron adalah salah satu insiden terburuk yang melanda Israel sejak didirikan tujuh dekade lalu. Kami akan melakukan penyelidikan menyeluruh, serius dan mendalam untuk memastikan bahwa bencana semacam itu tidak terulang,” tambah Netanyahu. (bpc2)