Hagia Sophia Diresmikan Jadi Mesjid

Sabtu, 11 Juli 2020 09:44
Hagia Sophia Diresmikan Jadi Mesjid
Penampakan bagian dalam bangunan bersejarah Hagia Sophia – Foto: Wikipedia

BERTUAHPOS.COMHagia Sophia adalah bangunan bersejarah di Turki. Bangunan ini secara resmi telah dijadikan mesjid. Ibadah pertama di Mesjid ini telah direncanakan oleh Pemerintah Turki akan digelar pada 24 Juli 2020 mendatang.

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan, keputusan ini sudah bulat berdasarkan pertimbangan matang. Oleh sebab itu, pemerintah juga mengumumkan secara resmi tentang bangunan bersejarah ini, yang akan difungsikan menjadi tempat ibadah umat Muslim.

Advertisement

Tepatnya, keputusan ini sejam setelah pengadilan administrasi Turki membatalkan kebijakan Mustafa Kemal Ataturk yang mengalihfungsikan Hagia Sophia jadi museum pada 1934. Pengadilan memutuskan kebijakan pemerintahan Ataturk yang sekuler itu melanggar hukum.

Hagia Sophia kini sudah berusia hampir 1.500 tahun. Bangunan ini tetap terbuka untuk Muslim, umat Kristiani, dan warga asing. “Namun, rakyat Turki berhak mengubah bangunan bersejarah itu jadi masjid,” kata Erdogan, mengutip Reuters.

Baca: Resesi Dunia, Bos IMF: Saya Yakin Negara Manapun Tak Akan Mampu Selamat dari Corona

Erdogan sama sekali tidak memperdulikan kritikan terhadap alihfungsi bangunan ini. Hal itu menurutnya tidak lain hanyalah sebuah serangan terhadap kemerdekaan Turki.

Dia sangat sadar bahwa bangunan ini merupakan bagian sejarah bagi umat Islam dan Kristiani. Erdogan juga sadar keputusan ini telah memancing gejolak protes dan kecaman dari komunitas internasional, terima AS, Rusia, dan beberapa petinggi gereja yang sejak awal sangat vokal menentang alihfungsi bangunan itu menjadi mesjid.

Hagia Sophia merupakan bangunan bersejarah yang punya peranan penting pada masa Kekaisaran Kristiani Bizantium selama 900 tahun dan Kesultanan Muslim Ottoman selama 500 tahun.

Saat ini, Hagia Sophia merupakan destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi di Turki. Kementerian Kebudayaan Yunani menyebut putusan pengadilan Turki itu sebagai bentuk “provokasi terbuka” terhadap dunia yang beradab. (bpc2)