Saatnya Kerja Cerdas, Cara ‘Kaya’ Zaman Dulu vs Zaman Sekarang, Kamu yang Mana?

Senin, 13 Juli 2020 12:53
Saatnya Kerja Cerdas, Cara ‘Kaya’ Zaman Dulu vs Zaman Sekarang, Kamu yang Mana?
Ilustrasi, net

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Bicara soal pekerjaan memang tak ada habisnya. Maka tak jarang ada orang yang bahkan mengabaikan masa pensiunnya untuk menikmati hari tua, karena sibuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Makanya perlu kerja cerdas.

Di era digitalisasi, pergeseran pola kerja sebenarnya terlihat dengan sangat jelas. Pola kerja orang zaman dulu cenderung mengedepankan ‘kerja keras’ dan sedikit ‘kerja cerdas’. Namun kini, posisi itu terbaik. Sadar atau tidak sadar secara umum kita telah melakukannya.

Advertisement

Namun perlu disadari bahwa pola kerja ini juga bukan sebuah jaminan bagi seorang pekerja untuk menjadi kaya. Meski banyak orang ingin menjadi kaya, tapi cara yang dilakukan berbeda-beda. Dan ini sangat menentukan hasilnya. Coba kita perhatikan perbandingan dasar terhadap pola kerja zaman dulu dengan zaman sekarang, pada tujuan menambah pemasukan, seperti yang ditampilkan dalam info grafis di akun Instagram @reis_investment:

Pola Kerja Zaman Dulu 

Untuk mendapatkan pemasukan lebih cenderung seseorang, atau karyawan melakukan perpanjangan waktu kerja alias lembur. Sistem ini memang masih berlakukan sampai sekarang, terutama di perusahaan-perusahaan.

Baca: Catatan Sejarah 2 Agustus: Hitler Menjadi Fuhrer

Kemudian, betah di satu perusahaan berharap dapat promosi jabatan. Orang-orang yang sudah lama bekerja dalam satu perusahaan biasanya memang akan lebih diprioritaskan untuk mendapatkan promosi, tentu saja harapan besarnya gaji juga naik.

Berharap pada bonus dan komisi. Padahal kondisi ini umum dilakukan perusahaan jika prospek penjualan baik. Itupun kalau si yang punya perusahaan berbaik hati untuk memberikan bonus. Sedangkan tunjangan biasanya akan mengikut pada posisi jabatan.

Pola Keja Zaman Sekarang

Investasi aset tradisional. Generasi milenial sudah sangat familiar dengan obligasi, saham, Reksadana dan instrumen investasi lainnya. Peluang ini akan dimanfaatkan sedemikan rupa agar mereka bisa mendapatkan tambahan pemasukan untuk tujuan tertentu.

Membangun aset digital. Seseorang perlu mempunyai rekam jejak yang baik di dunia digital. Hal ini terkadang tak jarang dimanfaatkan untuk menambah pemasukan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membangun aset digital. Hal ini tentu saja untuk menambah atau memperbaiki fortopolio pribadi agar punya nilai jula yang baik.

Investasi ke diri sendiri. Cara ini dianggap ampuh untuk menambah pemasukan seseorang dalam dunia kerja di era digital. Investasi ke diri sendiri ini, sebenarnya sangat penting dilakukan agar seseorang bisa bekerja cerdas. Caranya bagaimana? Ikut seminar, aktif di komunitas, membaca buku, keluar dari zona nyaman, evaluasi kemampuan dan lain sebagainya.

Jika dilihat memang terdapat perbedaan yang sangat mendasar terhadap pola kerja seseorang untuk menambah pemasukan. Jangan salah, zaman sekarangpun masih ada orang yang bekerja seperti zaman tradisional. Sekarang sudah bisa sendiri, kamu termasuk pada bagian yang mana. (bpc2)

Kerja cerdas

Grafis: Instagram @reis_investment

 

Berita Terkini

Sabtu, 15 Agustus 2020 10:31

Objek Wisata Sungai Gelombang, Bagus nggak sih?

#OBJEKWISATA #SUANGAIGELOMBANG

Sabtu, 15 Agustus 2020 10:10

Dihancurkan Munchen, Presiden Barcelona: Kami Minta Maaf

#BARCELONA

Sabtu, 15 Agustus 2020 09:36

Emas Logas Zaman Jepang Tersimpan di Pekanbaru?

#SEJARAH

Sabtu, 15 Agustus 2020 08:37

Cuaca: Kuansing Berpotensi Hujan Petir Hari Ini

#CUACA

Sabtu, 15 Agustus 2020 04:16

Pembantaian, Barcelona Dilibas Bayern Munich 2-8

#CHAMPIONS

Jumat, 14 Agustus 2020 18:21

Sudah 3 Hari Demam, Warga Siak Ini Positif Corona

#COVID-19