Palestina-Israel Memanas, Dunia Kutuk Aneksasi (Pencaplokan) Wilayah milik Palestina oleh Israel

Kamis, 09 Juli 2020 09:23
Palestina-Israel Memanas, Dunia Kutuk Aneksasi (Pencaplokan) Wilayah milik Palestina oleh Israel
Foto: Net

BERTUAHPOS.COM – Berbagai dunia mengutuk pencaplokan wilayah milik Palestina oleh Israel. Bahkan, pasca Presiden China Xi Jinping, empat negara lain kini memberi pernyataan keras ke Israel.

Negara tersebut, Mesir, Prancis, Jerman dan Yordania mendesak Israel membatalkan rencananya karena akan memiliki konsekuensi pada hubungan yang ada.

Advertisement

“Kami sepakat bahwa setiap aneksasi wilayah Palestina yang diduduki pada tahun 1967 akan menjadi pelanggaran hukum internasional dan mengganggu fondasi proses perdamaian,” kata para menteri dalam sebuah pernyataan setelah konferensi video bersama, dikutip AFP, Rabu (8/7/2020).

Diketahui, zionir Pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menetapkan 1 Juli sebagai tanggal aneksasi. Ada dua wilayah yang dicaplok yakni Tepi Barat serta Lembah Jordan yang strategis.

Baca: Polisi Batam Amankan 6.130 Kotak Masker Ilegal Buatan China

Langkah ini didukung Presiden AS Donald Trump pada Januari lalu. Trump bahkan menyetujui Yerussalem sebagai ibu kota Israel dan baru akan mengakui kemerdekaan Palestina setelah empat tahun kemudian.

“Kami tidak akan mengakui adanya perubahan pada perbatasan 1967, yang tidak disetujui oleh kedua belah pihak dalam konflik,” kata pernyataan itu lagi.

“Kami juga sepakat bahwa langkah seperti itu akan memiliki konsekuensi serius bagi keamanan dan stabilitas kawasan, dan akan menjadi hambatan utama bagi upaya yang bertujuan untuk mencapai perdamaian yang komprehensif dan adil.”

“Itu juga dapat memiliki konsekuensi untuk hubungan dengan Israel.”

Pasca menduduki Tepi Barat pada Perang Enam Hari 1967, Israel mulai membangun jaringan pemukiman pada dekade berikutnya. Konstruksi berlanjut hingga hari ini.

Meskipun dianggap ilegal menurut hukum internasional, populasi pendatang telah melonjak. Selama satu dekade terakhir, angkanya bahkan naik 50%.(*/bpc1)