BERTUAHPOS — Pentingnya percepatan literasi keuangan digital dan syariah di daerah Riau, masih harus didorong lebih kuat. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat sistem pembayaran, terutama di sektor koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mendorong transformasi keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan. Namun, menurutnya, masyarakat perlu memahami manfaat layanan keuangan berbasis teknologi agar mampu bersaing di era digital.
“Transformasi digital menjadi kunci utama untuk memperluas akses masyarakat, terutama di wilayah pedesaan dan kalangan perempuan, terhadap layanan keuangan modern,” ujarnya di Pekanbaru, pada 18 Oktober 2025.
Dia menilai, literasi keuangan syariah juga harus diperkuat mengingat potensi besar ekonomi halal di Riau. Dengan dukungan sistem pembayaran digital yang transparan dan efisien, pelaku usaha kecil diharapkan lebih mudah mendapatkan pembiayaan dan memperluas pasar.
Pemerintah Provinsi Riau disebut terus berkoordinasi dengan lembaga jasa keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta perbankan syariah untuk memperkuat infrastruktur digital yang ramah bagi UMKM. Upaya ini termasuk pengembangan aplikasi pembayaran nontunai dan sistem keuangan mikro berbasis komunitas.
Syahrial menambahkan, transformasi digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga perubahan pola pikir. “Masyarakat perlu melek digital agar bisa mengelola keuangan secara cerdas dan aman. Ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.
Dengan literasi keuangan yang meningkat, Pemprov Riau berharap semakin banyak pelaku usaha kecil dan koperasi mampu beradaptasi dengan sistem digital, memperluas jaringan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***









