BERTUAHPOS.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau menggencarkan literasi keuangan kepada 350 siswa Sekolah Rakyat melalui Road to Hari Indonesia Menabung 2026, Jumat, 7 Agustus 2026. Langkah ini merupakan investasi jangka panjang untuk membangun budaya menabung dan kemampuan finansial generasi muda.
Plt Kepala OJK Provinsi Riau, Fredly Nasution, mengatakan edukasi keuangan sejak usia dini sangat penting untuk membekali pelajar dengan kemampuan mengelola keuangan yang bijak. Kegiatan ini merupakan bagian dari percepatan implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).
“Edukasi keuangan sejak usia dini merupakan investasi untuk membangun generasi yang cakap finansial. Melalui Road to Hari Indonesia Menabung, OJK Riau ingin menanamkan budaya menabung sekaligus membekali pelajar dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak dan bertanggung jawab,” ujar Fredly.
Kegiatan edukasi dilaksanakan pada 5 dan 6 Agustus 2026 di tiga sekolah, yaitu SRMA 31 Pekanbaru, SRMP 3 Pekanbaru, dan Sekolah Rakyat Terintegrasi 11 Rokan Hilir. Rangkaian acara ini merupakan tindak lanjut Bulan Literasi Keuangan yang disinergikan dengan program Sekolah Rakyat.
Para siswa mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menabung serta pemanfaatan produk keuangan secara aman. OJK menargetkan budaya menabung dapat tertanam sejak dini melalui Program KEJAR.
Hari Indonesia Menabung diperingati setiap 20 Agustus berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019. Peringatan tahun 2026 mengusung tema “Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” yang menekankan pentingnya literasi keuangan sejak usia dini.
“Sinergi antara OJK, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan industri jasa keuangan menjadi kunci untuk memperluas implementasi Program KEJAR serta membangun budaya menabung di kalangan pelajar. Melalui kolaborasi tersebut, kami optimistis semakin banyak generasi muda yang memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan baik,” tambah Fredly.
OJK Provinsi Riau akan terus memperluas jangkauan edukasi keuangan ke lebih banyak sekolah di Riau. Kolaborasi dengan berbagai pihak terus diperkuat untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar.
Program ini diharapkan dapat mencetak generasi yang tidak hanya cakap dalam akademik tetapi juga terampil dalam mengelola keuangan pribadi. Literasi keuangan sejak dini menjadi fondasi penting untuk kesejahteraan jangka panjang.
“Ke depan, kami akan terus berkomitmen memperluas program ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat secara berkelanjutan. Dengan sinergi yang solid, kami yakin generasi muda Riau akan siap menghadapi tantangan finansial di masa depan,” tutup Fredly.









