BERTUAHPOS.COM — Penyaluran Dana Transfer ke Daerah (TKD) di Riau mencapai Rp9,39 triliun atau 52,83 persen dari pagu hingga Juni 2026 meski mengalami kontraksi 15,51 persen secara tahunan. Surplus APBN Regional Riau tercatat sebesar Rp1,23 miliar didukung pertumbuhan penerimaan pajak yang melonjak 33,88 persen.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Riau Adnan Wimbyarto mengatakan, realisasi pendapatan negara mencapai Rp15,25 triliun. Sementara realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp14,01 triliun pada periode yang sama.
“Transfer ke Daerah telah tersalurkan sebesar Rp9,39 triliun atau 52,83 persen dari pagu. Penurunan terutama dipengaruhi oleh lebih rendahnya realisasi Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Desa dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Adnan Wimbyarto, Kamis, 30 Juli 2026.
Sedangkan untuk penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tetap menunjukkan pertumbuhan positif di tengah tekanan fiskal. Surplus APBN yang tercatat menunjukkan masih tersedianya ruang fiskal yang memadai bagi pembangunan daerah.
Penerimaan pajak menjadi motor utama pertumbuhan pendapatan negara di wilayah Riau. Kinerja pajak tumbuh 33,88 persen secara tahunan dengan pertumbuhan terbesar pada kelompok Pajak Penghasilan yang melonjak 356,42 persen.
“PPh 25/29 Badan dari sektor industri pengolahan tumbuh 630,37 persen dan sektor pertanian tumbuh 511,09 persen. Ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang terus menguat di Riau,” kata Adnan Wimbyarto.
Penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp5,96 triliun atau 99,13 persen dari target yang ditetapkan. Capaian ini mendekati target penuh dan menunjukkan kinerja perdagangan internasional yang tetap solid.
“Kami berharap kinerja APBD pemerintah daerah di Provinsi Riau terus membaik seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Kami akan terus mendorong akselerasi penyaluran TKD agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” tutup Adnan Wimbyarto.









