• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

OJK Kembangkan Asuransi Karbon untuk Perkuat Pasar Karbon Nasional

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
17 Agustus 2026
Berikut Ini Tantangan Utama Riau dalam Pengelolaan Hutan Berbasis Ekonomi Kerakyatan

Kantong Semar salah satu jenis tanaman di hutan rawa gambut Riau | Foto: Bertuahpos / Melba Ferry.

159
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah kembangkan asuransi karbon untuk mitigasi risiko dan memperkuat pasar karbon nasional. Langkah ini memperluas akses pendanaan bagi proyek karbon di Indonesia.

Wakil Direktur Keuangan Berkelanjutan OJK Yuki Yasarani menyampaikan hal itu dalam Webinar Nasional Transformasi Pemanfaatan Hutan, belum lama ini. Ia menilai kerangka regulasi perdagangan karbon kini jauh lebih kuat.

“Landasan regulasi kini jauh lebih kuat, dan tantangan selanjutnya adalah memperkuat pasar dengan menghubungkan sektor keuangan dengan pengembang proyek karbon sehingga lebih banyak proyek yang memenuhi syarat untuk mendapatkan pembiayaan,” kata Yuki.

Penerbitan POJK No. 10 Tahun 2026 menyelaraskan aturan sektor keuangan dengan Peraturan Presiden No. 110 Tahun 2025 tentang instrumen nilai ekonomi karbon. Kerangka tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan instrumen keuangan berkelanjutan.

Sektor keuangan Indonesia disebut memiliki likuiditas yang cukup untuk mendukung investasi berkelanjutan. Tantangan yang tersisa adalah menambah jumlah proyek karbon berkualitas tinggi yang memenuhi standar tata kelola dan risiko pemberi pinjaman.

“Pendanaan tersedia, dan yang kita butuhkan adalah menghubungkan sektor kehutanan dan pengembang proyek karbon dengan fasilitas pembiayaan yang ada Peran kita adalah menjembatani kedua sektor ini,” ujarnya.

Untuk mendiversifikasi sumber pendanaan, OJK mendorong penggunaan obligasi dan sukuk keberlanjutan secara lebih luas. Hingga Juni 2026, penerbitan surat utang berkelanjutan dan sukuk yang beredar mencapai sekitar Rp85 triliun atau US$5,2 miliar.

“Sektor keuangan perlu memahami apa yang menjadi ciri proyek karbon yang kredibel dan layak dibiayai, sementara pengembang proyek juga perlu memahami apa yang dicari oleh lembaga keuangan. Kita membutuhkan bahasa yang sama,” tambahnya.

OJK juga menyiapkan kerangka asuransi karbon untuk mengurangi ketidakpastian investasi proyek karbon. Panduan teknis disusun agar bank mampu menilai kredibilitas proyek karbon yang layak dibiayai.

Secara paralel, OJK mengembangkan inisiatif Satu Karsa, program pembiayaan percontohan untuk reboisasi dan agroforestri. Program itu menargetkan pemulihan hingga satu juta hektar secara bertahap melalui partisipasi masyarakat.

Satu Karsa menggunakan mekanisme pembiayaan campuran yang menggabungkan dana publik, swasta, dan pembangunan. Dengan cara itu, akses pendanaan untuk proyek restorasi dapat lebih luas.

Portofolio keuangan berkelanjutan Indonesia mencapai sekitar Rp2.100 triliun pada 2025, dengan pengelolaan lahan berkelanjutan sebagai sektor pembiayaan tercepat. Sementara itu, perdagangan di Bursa Karbon Indonesia telah mencapai hampir 2 juta ton setara CO₂ dengan nilai sekitar Rp93,8 miliar, dan sepuluh proyek karbon telah terdaftar.

“Perluasan instrumen pembiayaan dan peningkatan pasokan proyek karbon yang kredibel akan membantu memperdalam pasar karbon Indonesia. Posisi Indonesia dalam ekonomi karbon global juga akan semakin kuat,” kata Yuki.

Tags: ekonomikeuanganlingkunganPasar
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah
Ekonomi

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

...

Read moreDetails
Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

Next Post
Kecelakaan di Tol M9 Irlandia Tewaskan Lima Remaja, Diduga demi Like Media Sosial

Kecelakaan di Tol M9 Irlandia Tewaskan Lima Remaja, Diduga demi Like Media Sosial

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.