BERTUAHPOS.COM — Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Riau mencatatkan realisasi pendapatan mencapai Rp12,18 triliun atau 37,41 persen dari target tahun 2026 hingga pertengahan tahun. Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Riau melonjak 31,90 persen secara tahunan, sehingga menjadi motor utama penggerak fiskal.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Riau Adnan Wimbyarto mengatakan, pendapatan negara di wilayah Riau juga tumbuh positif sebesar 25,00 persen secara tahunan.
“Realisasi pendapatan daerah mencapai Rp12,18 triliun atau 37,41 persen dari target pendapatan tahun 2026. Secara tahunan, pendapatan daerah tumbuh sebesar 2,95 persen,” ujar Adnan Wimbyarto.
Realisasi pendapatan negara hingga Juni 2026 mencapai Rp15,25 triliun atau 52,11 persen dari target APBN. Penerimaan pajak menyumbang Rp8,63 triliun atau tumbuh 23,94 persen secara tahunan.
Penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat sebesar Rp5,96 triliun dengan pertumbuhan 28,73 persen secara tahunan. Sementara penerimaan PNBP mencapai Rp662,15 miliar atau tumbuh 8,74 persen.
Pendapatan transfer ke daerah juga masih tumbuh positif sebesar 90,16 persen. Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di Provinsi Riau sepanjang paruh pertama tahun 2026.
Di sisi belanja, realisasi belanja daerah mencapai Rp10,54 triliun atau 31,32 persen dari pagu APBD. Secara tahunan, realisasi belanja daerah justru mengalami kontraksi sebesar 2,56 persen.
“Kontraksi terutama dipengaruhi oleh perlambatan realisasi belanja modal, belanja transfer, dan belanja tidak terduga. Kondisi surplus ini menunjukkan masih tersedianya ruang fiskal yang cukup besar,” ungkap Adnan.
Dengan realisasi pendapatan lebih tinggi dari belanja, APBD se-Provinsi Riau hingga Mei 2026 mencatat surplus Rp1,61 triliun. Ruang fiskal ini diharapkan mendorong percepatan program pembangunan pada semester berikutnya.
“Kanwil DJPb Provinsi Riau akan mengundang dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang realisasi belanja modal, bansos, dan subsidinya masih rendah. Kami mendorong akselerasi pelaksanaan realisasi anggaran agar memberi multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi di Riau,” kata Adnan.
Pada Triwulan I 2026, ekonomi Riau tumbuh 4,89 persen secara tahunan. Kinerja ini ditopang oleh sektor industri pengolahan, perdagangan, dan investasi yang tetap kuat.
“Kinerja APBD pemerintah daerah di Provinsi Riau sampai dengan Juni 2026 menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Kami optimistis akselerasi belanja pada semester kedua akan semakin menguatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Adnan.









