IHSG Senin Diprediksi Belum Menguat

Senin, 10 Juni 2013 10:30

BERTUAHPOS – Meski kelewat jenuh jual, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi belum akan memberikan tanda-tanda balik arah menguat Senin (10/6/2013) ini. Sebelas saham bisa jadi pilihan.

Pada perdagangan Jumat (7/6/2013), IHSG) ditutup anjlok 135,9 poin (2,72 persen) ke posisi 4.865,324. Intraday terendah 4.865,324 dan tertinggi 4.985,568. Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 1,81 triliun dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net buy.
Â
Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities mengatakan, IHSG masih terselimuti awan hitam. “Gencarnya investor asing jualan saham membuat pasar kian tersungkur,” katanya di Jakarta, akhir pekan lalu.
Â
Posisi oversold hampir mayoritas saham, terutama big caps, juga tidak dihiraukan pelaku pasar. Sebut saja, PT Semen Indonesia (SMGR) dan saham-saham konstruksi BUMN, lalu Three Musketeers seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Central Asia (BBCA), PT Unilever Indonesia (UNVR), Grup Indofood, dan lainnya. “Semuanya, banyak dijual asing sehingga makin menjatuhkan mayoritas indeks saham di akhir pekan kemarin,” ujarnya.
Â
Penutupan bursa saham AS yang positif tidak berdampak pada IHSG karena terhalangi oleh pelemahan sejumlah bursa saham Asia. Lebih jauh Reza memperkirakan, pada perdagangan Senin (10/6/2013) IHSG berada pada support 4.840-4.875 dan resistance 4.996-5.003. “Indeks berpola menyerupai white marubozu di bawah lower bollinger bands (LBB),” ujarnya.
Â
Moving Average Convergence-Divergence (MACD) bergerak turun dengan histogram negatif yang memanjang. The Relative Strength Index (RSI), William’s %R, dan Stochastic masih di area oversold. “IHSG kembali ditutup di bawah target support kami, 4.938-4.966,” tuturnya.
Â
Di satu sisi, menurut Reza, posisi tersebut membuat kondisi semakin tidak nyaman. Di sisi lain, laju IHSG tersebut sudah kelewat oversold (jenuh jual). “Meski IHSG masih ada utang gap atas di 5.056-5.069, belum ada tanda-tanda upreversal hingga sentimen yang ada berbalik arah,” tandas dia.
Â
Karena itu, dia menegaskan, posisi wait & see kemungkinan menjadi salah satu pilihan yang mungkin bisa dipertimbangkan. Di atas semua itu, Reza menyodorkan 11 saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pelaku pasar. Saham-saham tersebut adalah PT Global Mediacom (BMTR), buy on weakness dengan support Rp 2.300-2.350, resistance Rp 2.475-2.525, dan target harga Rp2.475. “Three black crows. RSI di bawah area oversold,” ucapnya.
Â
PT Ciputra Surya (CTRS), buy on weakness dengan support Rp3.325-3.375, resistance Rp 3.650-3.675, dan dan target harga Rp 3.650. “Long doji star di middle bollinger band (MBB),” tandas Reza.
Â
PT Semen Indonesia (SMGR), buy on weakness dengan support Rp 15.800-16.150, resistance Rp 16.350-17.350, dan target harga Rp 16.500. “Big lower spinning di bawah area oversold,” ungkap dia seperti dilansir INILAH.COM.
Â
PT Indofood CPB Sukses Makmur (ICBP), buy on weakness dengan support Rp 11.800-11.950, resistance Rp 12.500-12.750, dan target harga Rp 12.500. “Black marubozu. RSI di bawah area oversold,” katanya.
Â
Saham-saham lainnya, PT United Tractor (UNTR) dalam kisaran Rp 16.150-17.650, trading buy selama di atas Rp17.400; PT Harum Energy (HRUM) dalam kisaran Rp 4.000-4.250, trading sell jika Rp 4.075 gagal bertahan; PT Malindo Feedmill (MAIN) dalam kisaran Rp 3.600-3.850, buy on weakness apabila di bawah Rp 3.625; PT Ace Hardware Indonesia (ACES) dalam kisaran Rp 860-940, trading sell jika Rp 870 gagal bertahan;
Â
PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran Rp 8.950-9.600, buy on weakness apabila berada di bawah Rp 9.150; PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama (JKON) dalam kisaran Rp 1.720-1.830, trading sell jika Rp 1.740 gagal bertahan dan PT Hexindo Adiperkasa (HEXA) dalam kisaran Rp 4.900-5.350, trading buy selama di atas Rp 5.200. (riaubisnis.com)