Hasil Pertanian Dinikmati Keluarga dan Jadi Pendapatan Tambahan

Rabu, 26 Juni 2013 09:45
BERTUAHPOS, PULAU PADANG – PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) melalui Departemen Community Development (CD) melihat peluang baik guna membina para petani di sekitar wilayah operasional perusahaan untuk meningkatkan taraf hidup petani dengan bercocok tanam.
 
Di antaranya para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (KT) Megah Permai, Desa Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, dan KT Sinar Tanjung, Desa Tanjung Padang, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti. 
 
Berbagai program pembinaan pun sudah mulai dijalankan, mulai dari pelatihan, pembinaan, pemberian bantuan sarana produksi (saprodi) pertanian, hingga Sekolah Lapang (SL).
 
Kegiatan SL akan diselenggarakan secara rutin. Gunanya untuk terus memantau sekaligus mengevaluasi perkembangan tanaman serta mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi selama bercocok tanam.
 
Tidak hanya itu, petani juga mendapatkan ilmu seputar peternakan yang diharapkan dapat menjadi Sistem Pertanian Terpadu yang handal. 
 
 
Jumat (21/6) lalu, SL kali kedua diadakan di saung milik salah satu petani di Desa Teluk Belitung. Pada pertemuan tersebut, para petani diajak untuk berdiskusi mengenai manfaat pupuk yang telah diajarkan serta  membandingkannya dengan pupuk yang dijual di pasaran. Hasilnya, pupuk yang mereka buat ternyata mampu menyamai kualitas pupuk yang dijual di pasaran. 
 
 
“Pupuk kompos yang bapak dan ibu buat mikrobanya jauh lebih banyak dibandingkan dengan pupuk dipasaran. Jumlahnya sampai 12 jenis mikroba,” ujar Jamaris, fasilitator dari Dinas Balai Perlindungan Tanaman dan
 
 
Hortikultura Provinsi Sumatera Barat. Pertemuan tersebut juga membahas mengenai berbagai macam hama yang ditemui selama bercocok tanam. Pihak fasilitator juga memberikan contoh langsung di kebun para petani, serta diajak untuk mengunjungi beberapa ladang pertanian yang telah ditanami oleh para petani guna mengevaluasi perkembangannya. 
 
 
Selanjutnya, SL diadakan di Desa Tanjung Padang, bersama KT Sinar Tanjung pada Sabtu (22/6). Inipun merupakan SL kedua bagi KT tersebut. Pada pertemuan itu, petani juga diajak untuk berdiskusi mengenai berbagai
hama tanaman yang ada, di samping itu, petani juga diberikan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk tanaman yang mereka tanam.
 
Gunanya agar setiap perlakuan dapat diamati dan diukur perkembangannya, sehingga hasil yang diperoleh pun dapat maksimal. 
 
Mahmud Hasyim, CD Koordinator Kabupaten Kepulauan Meranti mengungkapkan, kegiatan SL yang diselenggarakan bertujuan meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam berusaha tani.
 
Selain itu, kegiatan tersebut berguna untuk menemukan komoditas unggulan untuk dikembangkan sesuai dengan spesifik daerah masing-masing. Menciptakan income (pendapatan. red) tambahan bagi keluarga petani. 
 
“Yang terpenting, mendukung pemerintah dalam hal pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya dalam bidang pertanian tanaman pangan, holtikultura maupun palawija”, katanya. 
 
Jamaris saat ditemui di sela-sela aktivitas SL menjelaskan, pertemuan tersebut biasanya menggali Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di lingkungan KT masing-masing desa untuk pemanfaatan peningkatan kesuburan budidaya tanaman. Selain itu, pertemuan tersebut biasanya mencari solusi untuk pemecahan masalah yang ada di tingkat petani. Serta menciptakan SOP untuk masing-masing daerah.
 
‘’Intinya, merubah pola pertanian menjadi lebih baik, terstruktur, dan sistematis,” ujarnya. 
 
Dengan SL tersebut, ia berharap para petani dapat memanfaatkan semaksimal mungkin kegiatan tersebut. Iapun berharap masyarakat petani dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka dengan bercocok tanam.
 
“Tapi sebagaimana yang kita dengar bersama, hasil pertanian di sini sudah bisa dijual ke pasar. Ini merupakan kabar baik,” tambahnya. 
 
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Megah Permai, Saharuddin mengatakan, banyak manfaat yang ia dan kelompoknya peroleh dari SL yang diadakan oleh RAPP.
 
Menurutnya, sejak dibina oleh CD RAPP, ia dan kelompoknya mampu menjadikan pertanian mereka menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga.
 
‘’Alhamdulillah, saya bisa jual dan dapat hasil dari kebun saya itu. Tiap menjual bisa dapat 600 ribu rupiah, dari berbagai macam tanaman yang ada di kebun saya,” jelasnya.
 
Bahkan tuturnya, ia dapat membeli kendaraan bermotor dari hasil kebunnya. Cerita yang sama juga dituturkan oleh Masnah, salah seorang anggota KT Megah Permai.
 
Janda yang kini tinggal bersama beberapa orang anaknya itu kini menggantungkan hidupnya dengan bercocok tanam setelah kepergian suaminya beberapa waktu lalu. 
 
“Kini, hidup saya dari berkebun. Suami saya dulu anggota KT juga. Tapi semenjak suami tiada, saya hanya bisa cari makan dari berkebun. Alhamdulillah, sekarang saya bisa jual ubi 40 ribu rupiah sekali jual,” ungkapnya.
 
 
Iapun kini tak perlu bersusah payah memasarkan ubi miliknya karena saat ini para penjual di pasarlah yang datang menjemput ubi di kebunnya. “Sekarang tak payah lagi ke pasar, orang pasar yang cari ke sini (kebun, red). Sekarang ini sudah ada yang minta ubi lagi,” ujarnya siang itu. 
 
 
Sektor pertanian merupakan salah satu sektor penting penyangga stabilitas perekonomian di sebuah negara. Sayangnya, saat ini sektor pertanian kalah pamor bila dibandingkan sektor perkebunan, terutama komoditas kelapa sawit dan perkebunan karet.
 
 
Namun, bagi sebagian masyarakat khususnya yang berada di Pulau Padang, pertanian dapat menjadi penopang hidup di kala turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) maupun harga karet yang saat ini cenderung fluktuatif. (riauterkini.com)