Pertentangan Noto Soeroto dan Tiga Serangkai

Senin, 01 Maret 2021 07:01
Pertentangan Noto Soeroto dan Tiga Serangkai

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Saat dibuang ke Belanda, tiga serangkai pendiri Indische Partij, Ernest Douwes Dekker, Tjipto Mangoenkoesomo, dan Soewardi Soerjaningrat langsung mendapatkan pertentangan dari Noto Soeroto.

Dikutip dari buku ‘Douwes Dekker Sang Inspirator Revolusi‘ (2017) terbitan Tempo (hlm 121-123), Noto Soeroto saat itu adalah pendiri organisasi mahasiswa Hindi di Belanda, Indische Vereeniging.

Advertisement

Siapa Noto Soeroto? Dia adalah cucu dari Pakualam V di Yogyakarta. Ayahnya, Pangeran Notodiredjo, adalah salah satu pendiri Boedi Oetomo. Noto juga masih sepupu dari Soewardi Soerjaningrat.

Rupanya, bagi Noto, di tahun 1913, gagasan kemerdekaan Indonesia yang dibawa Indesche Partij masih terlalu radikal. Bahkan, di suatu kesempat, Noto menyebutkan bahwa Indesche Partij memiliki benih-benih pertikaian dan hasutan.

BACA JUGA:  Noto Soeroto, Anomali Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Baca: Riau Masih ‘Bimbang’ Berlakukan Sekolah Tatap Muka

“Indesche Partij melawan Belanda, sedangkan Indesche Vereeniging setia. Yang pertama punya benih-benih pertikaian dan hasutan, sedangkan yang terakhir mencoba mencapai gagasan bersama yang didukung banyak orang unggul,” tulis Noto.

Noto sendiri memiliki pandangan bahwa Belanda dan Hindia Belanda harus bekerja sama berdasarkan perbedaan dan kesamaan keduanya.

Dalam konsep pikiran Noto, yang harus dicapai adalah Kerajaan Belanda Raya, dengan negara induk (Belanda) dan koloni-koloninya membentuk politik kolonial ideal. Atau, dengan kata lain, Noto menganjurkan negara Persemakmuran Belanda-Indonesia.

Gagasan Noto masih didukung oleh anggota Indesche Vereeniging selama kepengurusanya di tahun 1911-1914. Namun, saat kepemimpinan Indesche Vereeniging dipegang Gerungan S.S.J. Ratulangie, mahasiswa jurusan Matematika Universitas Amsterdam asal Tondano, gagasan Noto mulai ditinggalkan.

BACA JUGA:  Noto Soeroto, Anomali Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Gagasan Indonesia merdeka kemudian mendapatkan sambutan dan menyulut di kalangan pelajar Indonesia di Belanda. (bpc4)

Berita Terkini

Senin, 19 April 2021 21:31

Akan Punya Bursa Mata Uang Kripto, Ini Kata Bappebti

Mata Uang Kripto

Senin, 19 April 2021 20:30

Demokrat Tolak Jatah Menteri Jika Jokowi Jadi Reshuffle Kabinet

Sikap Demokrat Tetap Dioposisi

Senin, 19 April 2021 19:51

Sinyal dari Ustaz Yusuf Mansur, Witjaksono Akan Jadi Menteri Investasi

Klaim Calon Menteri Investasi

Senin, 19 April 2021 19:30

Bengkalis Disunting Ratusan Miliar Dana dari BRGM

BRGM, Bengkalis

Senin, 19 April 2021 18:23

Sidang Korupsi, Yan Prana Sebut Pemotongan SPPD Usulan Dona Fitria

Sidang Yan Prana Jaya

Senin, 19 April 2021 17:33

Sidang Korupsi Yan Prana, Lima Saksi Ngaku Keberatan SPPD Dipotong 10%

Sidang Korupsi Yan Prana Jaya

Senin, 19 April 2021 17:02

Pelatih Tottenham Jose Mourinho Dipecat

Tottenham menyisakan 6 laga di Liga Inggris

Senin, 19 April 2021 16:22

Kasus Positif Covid-19 di Riau Kian Meningkat, Ini Penekanan Syamsuar untuk Daerah

Beberapa Poin Penekanan Gubri dalam Penanganan Covid-19