Penaklukkan Konstatinopel, Ibukota Dunia

Rabu, 03 Maret 2021 07:01
Penaklukkan Konstatinopel, Ibukota Dunia

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Pada zamannya, Konstatinopel merupakan kota yang sangat kuat dan termasyhur. Bahkan, Napoleon sang penakluk Eropa pernah berkata bahwa jika dunia adalah sebuah negara, maka Konstatinopel adalah ibukotanya.

Sejak didirikan oleh Kekaisaran Byzantium (Romawi Timur), Konstatinopel telah menjadi simbol kejayaan. Kota ini juga digambarkan sangat indah dan makmur.

Advertisement

Sebagai ibukota Byzantium, Konstatinopel juga merupakan benteng yang sangat kuat. Kota ini dikelilingi tiga lautan, yaitu Selat Bosphorus, Laut Marmara, dan Selat Tanduk Emas. Di selat Tanduk Emas, terpasang rantai yang amat besar.

Dikelilingi benteng kokoh nan kuat, laut dalam, serta rantai besar, membuat Konstatinopel sangat sulit untuk ditaklukkan.

BACA JUGA:  Situs Web di Yunani Diretas, Diduga Setelah Hina Erdogan

Baca: Asal Mula Kampung Arab Di Batavia

Namun, kota yang seperti mustahil untuk ditakkukkan ini jatuh pada tanggal 29 Mei 1453 ke tangan pasukan muslim Turki Ustmani. Pemimpinnya adalah Sultan Mehmet II, atau lebih dikenal sebagai Sultan Muhammad Al-Fatih.

Setelah melakukan serangan dan pengepungan sejak 6 April 1453, persiapan serangan terakhir dimulai pada tanggal 26 Mei, yang berlanjut keesokan harinya. Kemudian, pada tengah malam tanggal 29 Mei, serangan besar-besaran pasukan Ustmani dimulai.

Pasukan yang menyerang dinding Blachernai yang sudah tua mampu terlebih dahulu mendobrak pertahanan Konstatinopel. Di beberapa titik lain, pasukan Ustmani juga berhasil masuk dan dengan segera menyebar ke seluruh kota.

BACA JUGA:  Erdogan Pastikan Turki Tak Akan Tunduk dengan Perusahaan Medsos

Kaisar Konstatinopel, Konstatinus disebutkan ikut bertempur dengan pasukannya, dan kemudian tewas. Dalam riwayat lain, Konstatinus disebutkan mati bunuh diri dengan cara gantung diri.

Setelah menaklukkan Konstatinopel, Al-Fatih kemudian mengubah namanya menjadi Islambul yang berarti kota Islam. Lama-lama, pelafalannya berubah menjadi Instanbul. Al-Fatih juga menjadikan Instanbul sebagai ibukota negaranya, dikutip dari berbagai sumber. (bpc4)

Berita Terkini

Senin, 19 April 2021 21:31

Akan Punya Bursa Mata Uang Kripto, Ini Kata Bappebti

Mata Uang Kripto

Senin, 19 April 2021 20:30

Demokrat Tolak Jatah Menteri Jika Jokowi Jadi Reshuffle Kabinet

Sikap Demokrat Tetap Dioposisi

Senin, 19 April 2021 19:51

Sinyal dari Ustaz Yusuf Mansur, Witjaksono Akan Jadi Menteri Investasi

Klaim Calon Menteri Investasi

Senin, 19 April 2021 19:30

Bengkalis Disunting Ratusan Miliar Dana dari BRGM

BRGM, Bengkalis

Senin, 19 April 2021 18:23

Sidang Korupsi, Yan Prana Sebut Pemotongan SPPD Usulan Dona Fitria

Sidang Yan Prana Jaya

Senin, 19 April 2021 17:33

Sidang Korupsi Yan Prana, Lima Saksi Ngaku Keberatan SPPD Dipotong 10%

Sidang Korupsi Yan Prana Jaya

Senin, 19 April 2021 17:02

Pelatih Tottenham Jose Mourinho Dipecat

Tottenham menyisakan 6 laga di Liga Inggris

Senin, 19 April 2021 16:22

Kasus Positif Covid-19 di Riau Kian Meningkat, Ini Penekanan Syamsuar untuk Daerah

Beberapa Poin Penekanan Gubri dalam Penanganan Covid-19