Saham Twitter sempat melonjak hingga 90% atau hampir dua kali lipat

Jumat, 08 November 2013 11:34

BERTUAHPOS.COM, New York – Saham perdana Twitter menggebrak lantai bursa New York. Sahamnya sempat melonjak hingga 90% atau hampir dua kali lipat.

Pada awal perdagangan sahamnya langsung melesat 90% ke sekitar US$ 50 (Rp 500.000) per lembar. Setelah lonjakan itu laju sahamnya mulai melambat dan berada di kisaran US$ 45 per lembar atau masih naik sekitar 74%.

Saham perdana berkode TWTR ini dibuka di harga US$ 26 per lembar. Meski beberapa analis menilai sahamnya tidak akan melesat di hari pertama, ternyata prediksi tersebut keliru.

Para pendiri dan tokoh penting Twitter turut hadir dalam pembukaan perdagangan Kamis waktu setempat, dan juga Aktor ‘Profesor X dari X-Men’ Patrick Stewart.

Baca: Pedagang Pasar Teratai Enggan Dipindahkan Jika Masih Ada yang Berjualan di Pinggir Jalan

“Saya merasa terhormat untuk bergabung bersama @ev @jack @biz @dickc dan tim @Twitter saat IPO bersejarah pagi ini,” kata postingan Twitter Stewart merujuk kepada para pendiri jejaring sosial itu Evan Williams, Jack Dorsey, Biz Stone, dan CEO Twitter Dick Costolo, seperti dikutip AFP, Jumat (8/11/2013).

Pada penutupan perdagangan, saham Twitter ditutup naik 18,9 poin ke level US$ 44,9 (Rp 449.000) atau melonjak 72,7% dari posisi awal US$ 26 (Rp 260.000) per lembar.

Sebelumnya melantai di bursa, Twitter sudah menaikkan rentang nilai sahamnya menjadi US$ 23 (Rp 230.000) hingga US$ 25 (Rp 250.000) per lembar. Sebelumnya rentang harganya ada di US$ 17-20 (Rp 170.000-200.000) per lembar.

Namun setelah disepakati, akhirnya harga sahamnya dipatok US$ 26 per lembar. Dengan harga sahamnya itu Twitter bisa menjaring dana hingga US$ 1,82 miliar (Rp 18,2 triliun).

Jejaring sosial yang terkenal dengan postingan 140 karakter itu melepas 70 juta lembar saham ke pasar, dengan opsi tambahan 10,5 juta lembar lagi dalam 30 hari ke depan. Dengan saham tambahan itu total nilai IPO Twitter jadi sebesar US$ 2,1 miliar (Rp 21 triliun).

Kapitalisasi pasar atau nilai perusahaan emiten berkode saham TWTR itu menjadi sebesar US$ 14,4 miliar (Rp 144 triliun). Lebih tinggi dari prediksi awal yang ada di rentang US$ 12,8-13,9 miliar (Rp 128-139 triliun).(ang/ang/liputan6.com)