Pangkalan Elpiji di Pekanbaru Terlalu Banyak

Rabu, 05 Maret 2014 09:07

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Jumlah agen dan pangkalam gas elpiji yang tersebar di Pekanbaru dirasa terlalu banyak. Karenanya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru berencana untuk membenahi pangkalan gas elpiji tersebut.


Kepala Dinas Disperindag Kota Pekanbaru, Hj El Syabrina kepada bertuahpos, Selasa (04/03/2014) merinci, saat ini terdapat 12 agen dengan 400 lebih pangkalan. Jumlah tersebut dinilai melebihi batas ketentuan ideal penempatan pangkalan.


Idealnya setiap satu agen hanya boleh memiliki 20-25 pangkalan elpiji saja “Artinya jumlah pangkalan yang ada idealnya hanya berkisar 240 pangkalan saja. Sementara pangkalan yang ada mencapai 400. Kondisi ini yang akan kita benahi untuk ke depannya, sehingga kita mudah mengontrol,” katanya.


Selain membenahi jumlah pangkalan, pihaknya juga akan memberikan peringatan tegas kepada pangkalan yang menjual ke kios mau pun ke pembeli yang menggunakan keranjang.
Sebab maraknya pangkalan yang menjual gas elpiji ukuran tiga kilogram ke kios-kios mau pun pembeli yang menggunakan keranjang, dapat merusak tatanan harga elpiji ukuran tiga kilogram.

Baca: Harga Emas Perhiasan di Pekanbaru Naik Sekitar Rp2 Ribu

“Untuk elpiji yang tiga kilogram, memang sedang kita atur, supaya jalur distribusi terakhir itu berada di pangkalan, atau yang dinamakan sub distributor. Hal ini agar tidak ada lagi pangkalan yang mengecer ke kios, lalu mengecer lagi kepada yang bawa-bawa keranjang bermotor itu. Karena itu bisa merusak tatanan harga,” ujarnya.

Diterangkan El Syabrina, dari hasil pantauan tim Disperindag di lapangan, harga elpiji tiga kilogram yang saat ini beredar di masyarakat, berkisar Rp17-18 ribu rupiah. Padahal, harga elpiji subsidi yang ditetapkan berkisar Rp14 ribuan dan harga yang beredar di masyarakat itu dirasa sangat tinggi dan membebankan masyarakat ekonomi lemah selaku pengguna elpiji berukuran tiga kilogram.

“Elpiji subsisdi itu sudah ada ketentuan harganya. Dan diperuntukkan untuk masyarakat ekonomi lemah. Jadi jangan lagi harganya dipermainkan terlalu tinggi seperti itu. Makanya cukup dari pangkalan harga terakhir, jangan ada lagi harga lebih tinggi karena diecer ke kios-kios atau warung-warung” tandasnya. (syawal)D