Krisis Listrik Sumatera Selesai Akhir November

Kamis, 17 Oktober 2013 04:17
Krisis Listrik Sumatera Selesai Akhir November

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA – Krisis listrik di Sumatera akan berakhir akhir November 2013 nanti. Ada sejumlah pembangkit listrik yang selesai proses perawatannya, sehingga bisa membantu pasokan listrik di wilayah tersebut. Selain itu, ada genset baru yang didatangkan dari Eropa dan Amerika Serikat.

“Krisis listrik Sumatera akhir November selesai,” ucap Menteri BUMN Dahlan Iskan usai rapim di Kantor Pusat Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (17/10/2013).

Dahlan mengakui, karena adanya perbaikan pembangkit, aliran listrik di Pekanbaru, Sumatera Barat, hingga Sumatera Utara terganggu. Namun karena perbaikan hampir selesai, serta adanya pengoperasian pembangkit baru dan genset, krisis listrik bisa tertangani.

“Sibolga perbaikan sudah selesai. Minggu ini tambah 80 megawatt (MW). PLTU Nagan Raya di Meulaboh itu lancar bisa keluarkan 60 MW. Itu seharusnya bisa 100 MW. Itu hanya terganggu sekali karena ada gempa beberapa hari lalu. Akhir November Sibolga yang satu lagi selesai. Teluk Sirih selesai bisa menghasilkan 80-100 MW itu di Sumbar. Perbaikan PLTU Ombilin 1 dan 2 selesai jadi dapat tambahan 100 MW,” sebutnya.

Baca: Utang Kartu Kredit Anda Menumpuk, Ini 3 Langkah Mengatasinya

Mantan Direktur Utama PLN ini menyatakan, krisis listrik di Sumatera sudah bisa ditangani PLN. Sebagai mantan Dirut PLN, Dahlan mengetahui skema penanganan krisis listrik, sehingga ia tidak terlalu panik ketika terjadi pemadaman bergilir atau byar pet.

Krisis listrik ke depan bisa saja terjadi lagi kalau tidak ada pembangunan pembangkit baru. “Kalau listrik itu beda, sekarang cukup tapi 6 bulan lagi belum tentu cukup. Apalagi Medan pertumbuhan ekonominya luar biasa sehingga kita membutuhkan pembangunan pembangkit baru,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, ia membantah genset-genset yang didatangkan PLN untuk mengatasi krisis listrik di Sumatera berasal dari China. “Di media disebut didatangkan dari China. Genset itu dari GE/General Electric (Amerika), Jerman, Swedia, Inggris,” tegasnya.(detik.com)