Industri di Riau Yakini Vaksin Covid-19 Tak Serta Merta Bangkitkan Ekonomi Daerah

Rabu, 13 Januari 2021 14:32
Industri di Riau Yakini Vaksin Covid-19 Tak Serta Merta Bangkitkan Ekonomi Daerah
Industri farmasi (Ilustrasi/Net)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Dunia industri di Riau meyakini bahwa adanya vaksin covid-19 tidak serta merta akan membangkitkan perekonomian daerah, khususnya di Riau.

Vaksin sejatinya hanya bagian dari stimulus awal untuk menggeliatkan kembali kegiatan ekonomi sebab ada jaminan keamanan dari pemerintah.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Kamar Dagang Industri [Kadin] Riau, Bidang Perdagangan dan Logistik Iva Desman, di Pekanbaru, belum lama ini. 

“Krisis yang dialami akibat covid-19 sangat dalam. Untuk pemulihan kondisi ekonomi secara cepat memang tidak bisa bergantung pada vaksin covid-19,” ujarnya.

Baca: Pasca Libur Lebaran, Okupansi Hotel di Pekanbaru Naik

Menurutnya, dunia usaha masih sangat membutuhkan kebijakan-kebijakan strategis lainnya dari pemerintah, terutama kebijakan yang betul-betul mengarah pada pemulihan ekonomi daerah, termasuk hal-hal yang membuat dunia industri memungkinkan untuk bangkit kembali.

“Pemerintah masih perlu memikirkan kebijakan-kebijakan strategis lainnya bagaimana kondisi ekonomi bisa bangkit dan pulih sediakala. Perlu perjuangan keras dan kita harus optimis,” tutur Iva Desman.

Meski demikian, menurut penilaiannya, jauh sebelum wacana vaksin dihembuskan, salah satu kebijakan pemerintah yang dianggap efektif untuk merangsang kembali pemulihan ekonomi daerah yakni mendorong masyarakat beradaptasi dengan kebiasaan normal baru.

“[Kondisi] sekarang, secara kasat mata, juga sudah bisa kita lihat, kalau dulu orang belum bergerak [kegiatan ekonomi] sekarang sudah bergerak. tidak hanya di Riau saya kira, kondisi yang sama juga akan terjadi di daerah lain.”

Iva Desman berkata, krisis yang terjadi akibat pandemi ini, secara umum memang tidak bisa disamakan dengan krisis yang terjadi pada tahun 1998. Namun dampaknya hampir sama.

“Dulu, 98 adalah krisis ekonomi. Sekarang krisis kesehatan yang berdampak ke ekonomi, kondisi ini sama-sama berat,” ungkap Iva Desman. (bpc2)