DPRD Riau Telusuri Kelayakan Penunjukan Direksi di 2 BUMD, Minta Pengumuman Ditunda

Kamis, 28 Januari 2021 16:34
DPRD Riau Telusuri Kelayakan Penunjukan Direksi di 2 BUMD, Minta Pengumuman Ditunda
Kantor DPRD Provinsi Riau. (Net)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — DPRD Provinsi Riau menindaklanjuti hasil seleksi tim Pansel terkait penempatan posisi direksi di dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT PIR dan PT SPR.

Merujuk hasil pertemuan itu Komisi III DPRD Riau dengan Tim Pansel, memutuskan bahwa komisi ini akan melakukan penelusuran lebih jauh terkait kelayakan penunjukan para direksi itu. 

Pertemuan yang dilaksanakan pada Kamis, 28 Januari 2021 itu, dihadiri oleh Kepala Biro Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setdaprov Riau Jhon Armedi Pinem.

Ketua Komisi III DPRD Riau Suhaimi menyatakan, pertemuan itu belum menghasilkan jawaban yang memuaskan, dan meminta agar Jhon Armedi Pinem menunda sementara pengumuman hasil seleksi pejabat dua BUMD itu.

Baca: Harga TBS Sawit Riau Turun, Tapi Masih Bertengger di Harga Rp2.000 untuk Usia 10-20 Tahun

Namun sikap Jhon Armedi Pinem yang tak bergeming, membuat suasana pertemuan itu memanas. “Kita kan tindak lanjut dari sebelumnya, agar ada kepastian. Tapi tim Pansel dari independen tidak hadir. Kita kan ingin tahu prosedurnya. Kan ada Permendagri 37, ada Perda pendirian, dan Perda tata kelola. Ini kan harus dikaji,” kata Suhaimi. 

Dia mengatakan, sikap yang dilakukan Komisi III hanya bermaksud untuk mendinginkan suasana, sebab nama-nama yang ditetapkan Pansel untuk posisi jabatan kedua direksi itu telah menimbulkan polemik dan membuat gaduh publik.

Jika nantinya Pemprov mengambil sikap tidak mau menunda pengumuman seleksi tersebut, DPRD mengatakan bahwa Pemprov tak mau mendengar suara rakyat lagi. “DPRD ini kan benteng terakhir. Kita minta tunda bukan membatalkan,” tukasnya.

Kepala Biro Ekonomi Provinsi Riau Jhon Armedi Pinem menolak berbicara permintaan DPRD Riau, terkait penundaan pengumuman seleksi komisaris dan direksi dua BUMD Riau yakni PT PIR dan PT SPR. “Kalau itu saya no comment,” kata Jhon, usai pertemuan itu. (bpc2)

Berita Terkini

Jumat, 28 Januari 2022 12:44

Sekilas Tentang Candi Muara Takus Peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Riau

Ada banyak candi tua di Indonesia. Satu di antara candi tertua itu ada di Pulau Sumatera tepatnya di Kabupaten Kampar

Jumat, 28 Januari 2022 12:04

Potret Sixpack Ronaldo Kwateh Pemain Termuda Timnas Indonesia

Sosok Ronaldo Kwateh mencuri perhatian sebab memecah rekor debutan termuda Timnas Indonesia

Jumat, 28 Januari 2022 11:37

Alasan Gatot: Hasil Analisa dan Renungan Presidential Threshold Sangat Berbahaya

Presidential Threshold 20 persen akan mengancam demokrasi di Indonesia.

Jumat, 28 Januari 2022 11:08

Syamsuar Sebut Riau Selalu Kirim Sampel Mencurigakan ke Jakarta, ‘Belum Ada Temuan Omicron di Riau’

Gubernur Syamsuar mengatakan Riau selalu mengirimkan sampel yang mencurigakan ke laboratorium pusat di Jakarta.

Jumat, 28 Januari 2022 10:49

Prabowo Tanggapi Dingin Kritik Edy Mulyadi Soal ‘Macan Mengeong’

Prabowo Subianto memberikan respon dingin terkait kritik yang dilontarkan Edy Mulyadi kepadanya.

Jumat, 28 Januari 2022 10:37

Info Cuaca, BMKG: Riau Cerah Dengan Suhu Udara 33 Derajat Celcius

Info prakiraan cuaca dan hotspot Provinsi Riau, Jumat 28 Januari 2022. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) catat cuaca di Riau cerah

Jumat, 28 Januari 2022 10:35

Pengunjung Bakal Diwajibkan Scan Barcode Aplikasi PeduliLindungi di Kantor Kemenag Pekanbaru

Kantor Kemenag Kota Pekanbaru dalam waktu dekat akan berlakukan wajib scan barcode PeduliLindungi kepada setiap pengunjung.

Jumat, 28 Januari 2022 10:25

Bappeda Siak Minta Camat Sosialisasikan SIPD Digital

“Untuk menginput usulan kegiatan, saat ini sudah melalui digital.”

Jumat, 28 Januari 2022 10:19

Diduga Terinjak Gajak, Seorang Petani Sawit di Tahura Ditemukan Tak Bernyawa 

Palen Peter Aritonang (56) ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Taman Hutan Raya (Tahura).

Jumat, 28 Januari 2022 10:08

Ubedilah Badrun: Tak Terhitung Berapa Banyak Pertanyaan KPK Soal Dugaan Cuci Uang Kaesang-Gibran

Ubedilah Badrun selama dua jam diperiksa KPK terkait dengan pelaporan dugaan korupsi Kaesang-Gibran.