Tempat Tidur di Ruang Isolasi Asrama Haji Riau Hanya Diisi 27 Pasien Covid-19

Selasa, 14 September 2021 17:15
Tempat Tidur di Ruang Isolasi Asrama Haji Riau Hanya Diisi 27 Pasien Covid-19
Asrama Haji Riau yang dijadikan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU Bed Occupation Rate (BOR) atau ketersediaan tempat tidur di tempat isolasi Asrama Haji Riau, Jalan Mekar Sari, saat ini dipakai 27 pasien Covid-19 yang tengah menjalani masa perawatan. Kondisi mereka juga sudah berangsur membaik.

Tempat ini cukup terisi banyak pada saat angka kasus terpapar Covid-19 harian di Riau menanjak naik dalam 2 bulan belakangan. 

Penurunan tingkat keterisian tempat tidur di tempat isolasi mandiri ini menandakan bahwa angka kasus paparan Covid-19 di Riau, khususnya di Pekanbaru kian membaik.

Di tempat isolasi ini, tersedia 513 tempat tidur. “Kami berharap angka tingkat keterisian semakin menurun,” kata Penanggungjawab Ruang Isolasi Asrama Haji Riau, dr Citra Syefriyanti. “Setiap hari selalu ada pasien yang pulang. 2 sampai 5 orang karena mereka memang sudah dinyatakan sembuh,” sebutnya.

Baca: Wow, Koin Rp50 Tahun 1997 Kini Dihargai Hingga Rp30 Ribu Per Keping

Di tempat isolasi pasien Covid-19 ini juga tersedia ruang rawat darurat yang diperuntukkan kepada pasien dengan penanganan khusus. Namun, selama sejak tempat ini ditetapkan sebagai tempat isolasi pasien corona, ruangan rawat khusus tersebut tak pernah difungsikan.

Rata – rata mereka yang harus menjalani isolasi di tempat ini, yakni pasien dengan gejala ringan dan orang tanpa gejala atau OTG. “Kami berharap tak ada lagi lonjakan kasus di Riau,” tuturnya. “Kami juga tidak ingin ruangan – ruangan di sini kembali terisi penuh oleh pasien Covid-19.”

Citra juga berharap, setelah kasus Covid-19 gelombang kedua berada di Provinsi Riau, seluruh lapisan masyarakat menyadari betapa pentingnya menjaga protokol kesehatan (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas).

Dia menuturkan, dalam situasi seperti ini hanya ada 2 solusi agar pandemi mereda, pertama percepat vaksinasi kepada masyarakat agar tercapai kekebalan komunal. “Tapi jika itu tidak mungkin dilakukan dalam waktu segera, maka masyarakat harus disiplin pada protokol kesehatan,” tuturnya. (bpc2)