Realisasi DAK Minim, Seluruh Kepala OPD, Sekdaprov Riau: Saya Ingin Tak Ada yang Tak Selesai

Sabtu, 21 Agustus 2021 10:07
Realisasi DAK Minim, Seluruh Kepala OPD, Sekdaprov Riau: Saya Ingin Tak Ada yang Tak Selesai
Sekda Provinsi Riau SF Hariyanto (dok. Diskominfotik Riau)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Seluruh kepala OPD di lingkungan Pemprov Riau hingga Bupati/Walikota se-Riau diagendakan duduk satu meja untuk membahas realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK), dalam pekan depan.

Realisasi DAK di OPD Pemprov Riau sejauh ini masih dianggap masih minim serapan, sedangkan waktu yang tersisa sangat terbatas. “Senin depan kita akan kumpulkan semua OPD,” kata SF Hariyanto.

Dikumpulkannya seluruh OPD di lingkungan Pemprov Riau guna untuk mengetahui kendala apa yang dihadapi di lapangan sehingga angka realisasi tergolong minim. 

Pertemuan itu, nantinya juga akan memutuskan langkah apa harus diambil dengan sisa waktu yang tersedia sebelum tutup tahun 2021.

Baca: 209 Hotspot Muncul di Sumatera, Terbanyak Lampung, di Riau Ada Berapa?

“Kalau tidak dijalankan anggaran yang sudah masuk akan ditarik kembali, dan konsekuensinya APBD yang akan menanggung kegiatan yang sudah dijalankan,” ujarnya.

Menurut SF Hariyanto, seluruh perangkat daerah harus bekerja keras untuk memaksimalkan realisasi anggaran tersebut. Dia menyebut, jangan sampai hanya karena kelalaian OPD, akan berdampak terhadap pengurangan APBD kedepan.

“Nanti sama-sama kita cari tahu apa yang menjadi kendalanya. Kita kejar. Tidak ada masalah kita duduk bersama undang Bupati dan Walikota, walaupun dalam kondisi Covid-19 ini, kita bisa melalui zoom meting,” kata SF Hariyanto.

Sementara itu, angka realisasi APBD Riau 2021 masih stagnan di 49%. Sedangkan pusat mendorong, setidaknya akhir Agustus 2021, realisasi sudah di angka 60%. 

Dijelaskan SF Hariyanto, perlu dilakukan percepatan dengan menegaskan kepada OPD dan pejabat terkait untuk melaksanakan kegiatan secepat mungkin.

“Saya ingin tak ada yang tidak selesai. koordinasi dengan Kabupaten Kota, misalnya penyaluran dana Desa,” ungkapnya. (bpc2)