Pemprov Riau Jamin dengan Pergub Sawit Tak Lagi Ada Petani Ngeluh Harga Berbeda

Kamis, 15 Juli 2021 09:30
Pemprov Riau Jamin dengan Pergub Sawit Tak Lagi Ada Petani Ngeluh Harga Berbeda
Panen buah sawit. (liputan6.com

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Pemerintah Provinsi Riau (Pemprov) Riau menjamin ke depan tak lagi ada petani kelapa sawit mengeluhkan adanya perbedaan harga tandan buah segar (TBS), setelah diberlakukannya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor: 77 Tahun 2020.

Baca: Pergub Sawit Lebih Jamin Harga TBS Petani Swadaya

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Zulfadli melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Defris Hatmaja, menuturkan keberadaan aturan beru tersebut akan menguntungkan kedua belah pihak. Baik petani maupun perusahaan kelapa sawit, khususnya di Provinsi Riau.

“Jadi memang output yang dicapai itu, pertama, adanya kepastian pasar bagi petani. Kedua adanya kepastian bahan baku bagi perusahaan kelapa sawit. Dengan pemberlakuan Pergub 77/2020 ini nantinya akan menguntungkan kedua belah pihak baik itu pekebun maupun perusahaan,” terangnya, Kamis, 15 Juli 2021.

Baca: Apple Store Terbesar Se-Asia Ada di Tiongkok

BACA JUGA:  Ini Alasan Mengapa Riau Patut Perjuangkan DBH Sawit

Saksikan juga video berikut ini:

Dia menambahkan pihak – pihak yang diuntungkan dengan hadirnya aturan baru tersebut, yakni petani swadaya yang selama ini menjual hasil produksi TBS kelapa sawit mereka ke toke yang selama ini tak mendapat kepastian harga.

Prinsipnya, para pengepul itu akan menjual buah sawit yang mereka beli ke petani untuk memenuhi kebutuhan suplai perusahaan. Artinya harga yang jual oleh pengepul sesuai dengan harga beli perusahaan yang telah ditetapkan pemerintah setiap pekannya.

Oleh sebab itu, para pengepul sudah pasti akan beli TBS kelapa sawit petani dengan harga jauh di bawah harga mingguan yang ditetapkan pemerintah. “Makanya harga TBS petani swadaya tentu berbeda dengan harga TBS dari petani plasma,” terangnya.

Defris menambahkan, pihak lain yang juga diuntungkan dengan hadirnya Pergub tersebut adalah perusahaan kebun sawit non kebun. Selama ini, PKS non kebun acap kali dihadapkan pada kendala pemenuhan bahan baku yang selalu kurang.

Padahal, sesuai dengan Permentan Nomor 98 Tahun 2013 tentang Pemenuhan Bahan Baku Sesuai Kapasitas Terpasang, maka PKS perlu memenuhi 80% lagi untuk bahan baku TBS, 

“Nah, ini tentunya nanti akan terakomodir melalui kemitraan dengan pekebun swadaya seperti yang diatur dalam pergub dengan pola kemitraan antara pekebun swadaya dengan pks non kebun itu,” tuturnya. (bpc2)

Berita Terkini

Jumat, 30 Juli 2021 18:13

Nelayan di Rohil Dapat Bantuan 30 Unit Rumah Panggung

Nelayan, Rohil

Jumat, 30 Juli 2021 17:05

Gubri Sebut Rumah Oksigen Bisa Tampung 200 Pasien Covid-19

Rumah Oksigen Riau

Jumat, 30 Juli 2021 16:03

Ha? Ada Tsunami di Indonesia Hari Ini?

Tsunami Indonesia

Jumat, 30 Juli 2021 15:30

Jokowi: Jangankan Lockdown, Semi Lockdown Saja Sudah Menjerit

Indonesia, Lockdown

Jumat, 30 Juli 2021 15:02

PPKM Level 4 di Pekanbaru Malah Bikin Warga Berkerumun di Tengah Jalan

PPKM Level 4 Pekanbaru

Jumat, 30 Juli 2021 14:15

Video: Pemprov Riau Diminta Segera Serahkan Draf APBD-P 2021

APBD-P Riau 2021

Jumat, 30 Juli 2021 13:30

Daerah Harusnya Bisa Gesa Realisasi Perlinsos dengan PMK Ini

PMK Perlinsos

Jumat, 30 Juli 2021 13:14

Hitung-Hitung Amalan Selama di Dunia

Islampedia

Jumat, 30 Juli 2021 12:36

Wagubri: Jaminan Kesehatan Adalah Hak Pekerja

Jaminan Kesehatan Pekerja