Nadiem Bicara Soal Akses Internet Hambat Sekolah Daring

Senin, 24 Mei 2021 13:10
Nadiem Bicara Soal Akses Internet Hambat Sekolah Daring
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim

BERTUAHPOS.COM — Akses internet menjadi tantangan besar bagi siswa dalam pelaksanaan sekolah daring di tengah pandemi Covid-19. Pandangan ini diutarakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim.

Menurut Nadiem, akses internet menjadi kendala di tengah upaya menerapkan kebijakan pendidikan yang mengedepankan kualitas, namun tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Advertisement

“Belum meratanya akses terhadap infrastruktur teknologi dan internet ini menjadi salah satu tantangan terbesar kita dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh,” kata Nadiem dalam sebuah webinar dikutip Senin, 24 Mei 2021.

Karena itu, Nadiem menilai perlunya mencari berbagai jalan ke luar untuk melaksanakan pendidikan selama pandemi, khususnya wilayah yang tidak tercover akses infrastruktur teknologi atau internet. 

Baca: Trump: Faktanya, Pemilihan Ini Belum Usai

BACA JUGA:  Yang Punya Kartu Kredit Sebaiknya Hati 31 Peretas Diamankan

Salah satunya, kata Nadiem, melalui kemitraan Pemerintah dengan swasta maupun masyarakat.

Nadiem menyadari kebijakan dan aturan yang ditetapkan Pemerintah tidak akan bisa mencapai tujuannya tanpa ada dukungan masyarakat di lapangan. 

“Karenanya, hubungan yang terjalin antara pemerintah dan masyarakat harus saling melengkapi dan menguatkan, dalam hal ini pelaku dunia usaha, swasta juga perlu menyadari perannya sebagai bagian dari masyarakat yang bertanggung jawab untuk upaya peningkatan kualitas pendidikan,” ujar Nadiem.

Ia juga mendorong agar sumbangsih swasta dalam bidang pendidikan tidak hanya sekedar menuntaskan kewajiban CSR, tetapi semestinya bersifat kelanjutan. 

Nadiem pun mencontohkan salah satu praktik kemitraan antara KemendikbudRistek dengan Danone Indonesia untuk memastikan pembelajaran berkualitas di masa pandemi Covid-19.

Nadiem menjelaskan, melalui kemitraan itu Danone dan KemendikbudRistek mencetak dan mendistribusikan 33 ribu eksemplar modul pembelajaran jarak jauh luring tingkat SD untuk 146 SD di 12 kecamatan di Kabupaten Belu, NTT. 

“Model pembelajaran tersebut ditujukan untuk pembelajaran di rumah dengan bimbingan dari orang tua, Selain itu, kami mengupayakan program dukungan pendidikan yang berkelanjutan, diwujudkan melalui pemberian materi edukasi peningkatan literasi dan penguatan karakter,” kata Nadiem.

Karena itu, ia berharap kemitraan pemerintah dengan swasta di bidang pendidikan ini terus berlanjut dan meluas di berbagai wilayah. Sebab, kat Nadiem, perjalanan dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia masih panjang dan banyak tantangannya. 

“Saya berharap praktik baik kemitraan pemerintah dan swasta ini dapat  menginspirasi untuk kolaborasi yang bermanfaat untuk mendukung merdeka belajar,” katanya. (bpc2)